
Rokan Hilir, Nadariau Com – Pukat harimau dari Sumut masih banyak beroperasi diwilayah perairan Panipahan, Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Hal itu disampaikan oleh salah satu nelayan lokal, Surya (36) melalui via Handphone Rabu 23 Maret 2022.
Dia menilai ada dugaan pembiaran pukat harimau itu beroperasi di perairan, Rokan Hilir lantaran hingga kini sikap pengawasan dari Provinsi Riau tidak konsekuensi untuk mencegah.
” Gimana caranya untuk membasmi nelayan berasal dari luar menggunakan alat tangkap Illegal Fishing padahal HNSI sudah melakukan terbaik untuk nelayan kita,” Bebernya.
Selain itu, Surya juga meminta Pengawasan Provinsi Riau yang berkantor di BaganSiapiApi harus betul betul melakukan pengawasan di perairan Rokan Hilir jangan hanya duduk di kantor saja, sebab kalau air sudah pasang mati Kapal dari Sumut bebas Beroperasi seolah olah seperti tidak bertuan.
” Sekali lagi kita meminta Pengawasan di perairan benar benar melakukan pengawasan, kalau bisa satu Minggu tiga atau 4 kali patroli dilaut agar nelayan berasal dari luar tidak semena mena meobrak Abrik budidaya ikan kita yang ada,” Harapnya.
Kesempatan yang sama saat di konfirmasi ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Rokan Hilir Joenaidi mengarahkan untuk berkoordinasi ke UPT PSDKP Di BaganSiapuApi.
Sementara itu UPT PSDKP Pengawasan Sumber Kelautan Dan Perikanan Provinsi Riau Hermanto di konfirmasi melalui via telepon WhatsApp terkait dugaan nelayan dari Sumut masih beroperasi di Perairan, Panipahan, Rokan Hilir mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Dia mengatakan kapal patroli saat ini sedang rusak dan tidak bisa melakukan Patroli kelaut. Namun di coba investigasi dilapangan bahwa kapal Perikanan Daerah ada bersandar di Tangkahan Pelabuhan Perikanan yang terletak di Jalan Pelabuhan Baru, BaganSiapiApi, Kecamatan Bangko.
” Nanti kita koordinasikan, apa lagi besok mau menerima jabatan Kasat Polairud yang baru,” Tutupnya.(SD)***


