Bayi 8 Bulan Penderita Bocor Jantung di Pekanbaru Butuh Bantuan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kasus bayi dengan bocor jantung (penyakit jantung bawaan lahir) kembali ditemukan di Kota Pekanbaru, tepatnya di jalan Kasah, gang Selempayo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Bayi tersebut bernama Kaina Dinara Seprianto (8 bulan), anak dari ferdi seprianto (25) dan rina anggraini (25) saat ini di sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, lantaran muntah darah akibat penyakit yang di deritanya.

Kaina divonis menderita bocor jantung sejak usianya menginjak 3 bulan. Penyakit ini diketahui setelah kedua orang tuanya curiga dengan pembengkakan di dada anak pertama mereka tersebut.

“Kita tahu (bocor jantung) setelah ada bengkak dibagian dada, kemudian kita periksa ke puskesmas, lalu dari puskesmas dirujuk ke RS Eka Hospital, dan divonis menderita jantung bocor,” jelas Ferdi, ayah Kaina didampingi istri kepada awak media di RSUD AA Pekanbaru.

Dari lahir hingga memasuki bulan ketiga, Ferdi mengaku tidak mengetahui dan melihat hal aneh yang ada pada anak perempuannya tersebut.

“Dari lahir sampai bulan ketiga tidak ada yang aneh, cuma di bagian dadanya ada sedikit bengkak. Kan kita orang desa, jadi ya kita anggap itu hal biasa,” ungkapnya.

Setelah beberapa kerabat dan tetangga melihat kondisi itu, Kaina disarankan agar dibawa ke puskesmas untuk di periksa.

Setelah diperiksa, pasangan suami istri itu sontak kaget mendengar hal yang tidak pernah sama sekali diketahui terjadi pada anaknya.

“Saya untuk penyakit bocor jantung saja tidak pernah dengar, tapi sekarang menimpa anak saya,” ucapnya lirih.

Kaina sudah sempat diperiksa dan menjalani pengobatan sebanyak tiga kali di RS Eka Hospital Pekanbaru. Kini bocah 8 bulan itu disarankan untuk dirujuk ke RS Haparan Kita di Jakarta.

“Kaina harus dioperasi di Jakarta. Tapi, jangankan untuk mengobatinya ke Jakarta, untuk hidup saja kami pas-pasan, karna itu kami masih belum tahu harus bagaimana,” kata guru honorer di suatu sekolah swasta di Pekanbaru tersebut.

Menurut cerita sang ayah, Kaina baru bisa dioperasi kalau sudah ada dana lebih kurang Rp. 200 juta. Saat ini, Kaina tidak bisa menikmati waktu layaknya teman sebaya dia, karena penyakit yang dideranya.

“Untuk itu, kami memohon bantuan kepada para dermawan agar bisa membantu kesembuhan Kaina, karena keterangan dari dokter prosentase kesembuhan sangat besar tapi harus menjalani operasi. Namun, kalau tidak di operasi secepatnya Kaina tidak bisa di tolong lagi, lantaran kondisi kesehatannya semakin memburuk,” katanya.

Kepada para donatur yang ingin membantu bisa menghubungi nomor 0852-7818-9849 Ferdi Seprianto (ayah kandung Kaina). (son)