BPJS Kesehatan Bersama Rumah Sakit Monev Aplikasi SIPP

Pekanbaru (Nadariau.com) – BPJS Kesehatan Pekanbaru mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan aplikasi Saluran Informasi Penanganan Pengaduan (SIPP) rumah sakit berlangsung sejak Kamis (06/09) hingga Jumat (07/09). Dihadiri oleh 21 person in charge (PIC) dari rumah sakit rumah di hari pertama dan 20 PIC rumah sakit di hari kedua ini diadakan di Ruang Rapat Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru. Aplikasi SIPP rumah sakit ini sendiri sudah berjalan sejak Juni 2018.

Asti Putri Dewi Santri Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru mengatakan, saat ini diakui masih ada rumah sakit yang belum optimal dalam mengimplementasikan aplikasi SIPP.

Rumah Sakit Prima Pekanbaru sebagai salah satu rumah sakit yang sudah menerapkan SIPP berkesempatan pula hadir sebagai narasumber untuk membagikan kesuksesannya dalam mengimplementasikan aplikasi ini.

Sementara itu Upi Asriani, Customer Service Officer (CSO) Rumah Sakit Prima Pekanbaru yang sekaligus merupakan petugas aplikasi SIPP, dalam paparannya menyampaikan bahwa aplikasi ini justru mempermudah tugasnya sebagai CSO. Apalagi rumah sakit merupakan sebuah instansi yang memberikan pelayanan kepada publik.

”Peserta menjadi mudah dalam mendapatkan informasi dan mudah pula menyampaikan keluhannya. Bagi rumah sakit, petugas CSO seperti saya pun diringankan tugasnya karena sudah sekali jalan dalam memberikan informasi kepada peserta. Dari sini pun rumah sakit dapat meiningkatkan pelayanannya kepada peserta,” terang Upi.

Menurutnya lagi, masing-masing PIC rumah sakit sudah dapat akses ke aplikasi SIPP. Tampilan dashboard sendiri menampilkan jumlah pengaduan yang masuk ke rumah sakit masing-masing. Fiturnya lengkap mulai dari data pelapor hingga kronologis keluhan.

”Jadi mari kita opltimalkan aplikasi SIPP ini Bapak Ibu. Jika sudah terbiasa menggunakannya, ini akan terasa kemudahan bagi tugas kita sebagai CSO,” tutup Upi.

Selain pemaparan kemudahan aplikasi SIPP, Asti Putri Dewi Santri Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta juga menyampaikan kemudahan dalam menggunakan rujukan online. Digitalisasi sistem rujukan ini mampu meminimalisir berkas rujukan peserta yang mungkin tertinggal di fasilitas kesehatan (faskes) perujuk sementara rumah sakit tujuan rujukan berlokasi cukup jauh dari faskes perujuk. Lebih paperless.

”Dengan rujukan online ini sebetulnya mempermudah petugas rumah sakit dalam melakukan rujukan bagi peserta. Hal ini juga mampu mengakomodir peserta agar tidak terlalu banyak menumpuk di satu rumah sakit. Memberikan kepastian kepada peserta sesuai kompetensi rumah sakit dan kondisi medis peserta,” lanjut Asti. (ind)