Pewaris Kerajaan Rantau Kampar Kiri Dinobatkan

Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menandatangani surat pengukuhan dan penobatan pewaris Kerajaan Rantau Kampar Kiri di Istana Darussalam Koto Dalam Gunung Sahilan

Diiringi Ledakan Lelo-lelo

Kampar (Nadariau.com) – Pewaris Kerajaan Rantau Kampar Kiri, Tengku Muhammad Nizar resmi dinobatkan. Prosesi penobatan diselanggarakan di Istana Darussalam Koto Dalam, Gunung Sahilan, Kampar, Minggu (22/01/2017).

Tengku Muhammad Nizar resmi menjadi pewaris kerajaan setelah kerajaan ini sempat mengalami kekosongan pemimpin, yakni terhenti pada era Gubernur Riau H Imam Munandar atau sekitar tahun 1978. Ada pun Raja terakhir yang bertahta di Kerajaan Rantau Kampar Kiri ini adalah Raja Gazali yang mangkat pada 1975 lalu.

Prosesi penobatan Tengku Muhammad Nizar disaksikan ninik mamak, keluarga kerajaan, Gubernur Riau, Ketua LAM Riau Al Azhar, Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli, Penjabat Bupati Kampar Syahrial Abdi dan ribuan masyarakat, akhirnya Yang Mulia Yang Dipertuan Agung Tengku Muhammad Nizar menduduki singgasananya. Penobatan ini pun diiringi dengan bunyi ledakan lelo-lelo yang sengaja dihidupkan. Namun demikian, prosesi penambalan yang berjalan khidmat dan diawali dengan pembacaan latar belakang dan silsilah (pewaris) Kerajaan Rantau Kampar Kiri oleh Dharmansyah yang merupakan keturunan kerajaan.

“Dengan adanya silsilah kerajaan, tatanan kerajaan dalam kebudayaan dapat dijaga,” kata Gubernur Riau ArsyadJuliandi rachman yang akrab disapa Andi Rachman saat memberikan sambutan.

Sebelumnya, prosesi penobatan pewaris kerajaan telah dimulai sejak Sabtu (21/01/2017) kemarin dengan mencuci benda-benda pusaka kerajaan dan melakukan rapat khalifah di Kuntu Darussalam diteruskan dengan prosesi arak arakan menghilir Sungai Kampar Kiri.

Dimana disebutkan, Kerajaan Rantau Kampar Kiri ini baik secara silsilah keturnan, masyarakatnya termasuk adat istiadat bermuara dari Kerajaan Pagaruyung, Kerajaan Minang Kabau yang ada di Sumatera Barat. Secara geografis, daerah Kampar Kiri sendiri langsung berbatasan Sumatera Barat.

“Raja pertama Rantau Kampar Kiri merupakan cucu ke empat dari Sri Maha Diraja di daerah Minang Kabau. Kerajaan Rantau Kampar Kiri ini saat masih berkuasa, dibantu lima pembesar yang berkedudukan didaerah-daerah yang ditunjuk, membantu raja,” papar Dharmasnyah yang juga Sekretaris KONI Riau.(sny)