Selasa, April 28, 2026
BerandaHeadlineMediasi Gagal, SLB Santa Lucia Enggan Bertanggung Jawab

Mediasi Gagal, SLB Santa Lucia Enggan Bertanggung Jawab

Buntut ‘Air Bah’ Yayasan Prayoga Robohkan Pagar Rumah Warga Umban Sari

Pekanbaru (nadariau.com) – Mediasi antara warga yang terdampak pembangunan SLB Santa Lucia di kantor Lurah Umban Sari gagal. Pihak SLB Santa Lucia enggan bertanggung jawab terkait robohnya pagar warga diduga akibat ‘air bah’ yang berasal dari SLB Santa Lucia.

Menurut Oloan, warga yang pagar rumah roboh diduga akibat hantaman ‘air bah’ dari SLB Santa Lucia mengatakan jika pihak SLB tidak berkenan mengganti dengan alasan usia tembok sudah lama dan air yang mengalir itu bukan dari tempatnya saja sehingga mereka tidak mau bertanggung jawab. Bahkan mirisnya mereka menyebut pak walikota mengizinkan jika air mereka tidak dialirkan namun dibuat penampungan berupa sumur resapan.

Lanjut Oloan, pertanyaannya apakah sumur resapan itu memadai jika hujan lebat dan berlangsung lama? Jika tidak memadai tentu air meluber kemana-mana dan prinsip air adalah mengalir ke tempat yang lebih rendah, karena rumah saya rendah tentunya air mengalir ke rumah saya sehingga merobohkan tembok pagar, meskipun tembok itu sudah lama jika tidak dihantam aliran air yang kuat tentunya itu akan aman-aman saja.

SLB Santa Lucia milik Yayasan Prayoga Riau ini, sambung Oloan, ternyata dapat privilege (perlakuan khusus) dari pak walikota Agung Nugroho. “Saat peresmian dijanjikan izin akan diterbitkan satu hari kerja namun di balik itu ada warga yang dirugikan dan ada warga resah jika hujan lebat melanda karena diduga pak wali ini tidak paham hal-hal teknis sehingga tidak melihat dampak untuk masyarakat,” ujar Oloan.

Sebaiknya jika ingin berikan privilege kepada badan usaha atau yayasan dalam bentuk perizinan seharusnya ditelaah lebih dalam lagi agar tidak ada masyarakat yang dirugikan akivat izin yang diterbitkan.

Sehari setelah kejadian tembok rumah pagarnya roboh, Oloan mengaku juga melaporkannya kepada TRC 112 AMAN agar ada solusi dari pemerintah Kota Pekanbaru dan tidak terulang lagi hantaman ‘air bah’ dari arah yayasan di tengah musim hujan saat ini.

“Kita berharap ada solusi dari pemerintah kota dan besoknya kita hubungi lagi TRC 112 AMAN ternyata sampai saat ini tidak ada respon dan langkah mereka, ternyata dari atas sampai bawah semuanya jago dan hebat di medsos saja,” ucap Oloan dengan nada kesal.

Sementara Ketua Pemuda RT 03 dan RW 12 Deni Mirsya mengatakan, saat musim hujan seperti saat ini kami kuatir karena tempat usaha saya tepat di pintu masuk SLB Santa Lucia bisa terdampak.

Hal senada disampaikan RT 03 Juswandi, semenjak ada pembangunan SLB itu warga resah dan kuatir terkena limpahan air dari yayasan saat turun hujan lebat di wilayah Umban Sari.

“Semenjak SLB itu dibangun sejauh ini tidak ada manfaat bagi masyarakat sekitar hanya mendatangkan mudhorat apakah tidak bisa izin ditinjau ulang karena hanya membawa keresahan di musim hujan seperti ini,” ujar Juswandi. (***)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer