PELALAWAN (Nadariau) – Dugaan pencurian besi tua yang dilakukan seorang kontraktor lokal berbendera MTT mendapat sorotan masyarakat karena ada perlakuan berbeda dari petugas keamanan PT. Riau Andalas Pulp and Paper (RAPP) pada Kamis (16/4/2026) pekan lalu
Dari sumber yang dapat dipercaya disebutkan bahwa pencurian besi tua telah dilakukan pelaku berkali kali, bahkan dilakukan 4 trip per hari dan sudah berlangsung lama.
Puncaknya, pada Kamis pekan lalu itu, pencurian besi tua dilaporkan oleh saksi ke security yang bertugas dan langsung langsung mendatangi tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan sebuah unit mobil SUV dengan barang bukti di dalamnya.
“Ketika saya laporkan ke security pada kamis minggu lalu itu , langsung di tindaklanjuti security dengan mendatangi lokasi, dan memang ada barang bukti disitu,” kata sumber ini
Lebih lanjut dikatakannya, barang bukti berupa ikendaraan roda empat jenis SUV dan besi tua di dalam mobil tersebut di bawa pihak keamanan perusahaan ke pos security.
“Security yang bawa mobil itu ke pos dua,”katanya lagi
Namun setelah berjalan sepekan, dugaan tindak pidana yang terjadi di perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara ini tak terdengar lagi, hilang bak ditelan bumi, padahal selama ini untuk urusan kriminalitas yang terjadi di kawasan objek vital negara milik Sukanto Tanoto ini dikenal tak kenal ampun dan tanpa mengedepankan langkah perdamaian, segala bentuk pencurian yang di lakukan pihak luar aka di proses secara hukum.
Ketua Bidang Kebijakan Publik PD KAMMI Pelalawan Siak Fajar Nugraha mendesak pihak perusahaan untuk memperlakukan semua kejadian setara tanpa membeda membedakan siapa yang pelakunya dan latar belakang nya.
“Kejadian seperti ini kan pernah terjadi sebelumnya, dan perusahaan aktif melakukan langkah hukum kepada pelaku, dan sekarang malah berbeda. Padahal barang yang dicuri juga jenis yang sama, ini kan dua standar ganda yang diterapkan perusahaan. Dan tidak boleh ada standar ganda untuk jenis perbuatan yang sama,”tegas Fajar, Kamis (23/4/2026)
Fajar mendesak management RAPP untuk melakukan evaluasi kepada perusahaan penyedia jasa keamanan di semua wilayah operasional perusahaan karena dinilai ikut serta dalam melindungi kejadian tersebut agar tidak diketahui publik dan management perusahaan.
“Security juga diduga memiliki andil menyembunyikan barang bukti, kenapa tidak dilaporkan ke polisi, itu jadi pertanyaan kita,”imbuhnya
KAMMI mendesak management RAPP untuk segera membuka perkara ini selebar lebarnya dan menyerahkan orang orang yang terlibat didalamnya ke pihak yang berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nya.
“Harus diserahkan ke polisi, selama ini kan juga seperti itu. Jangan ada yang dilindungi, dan jangan ada perlakuan khusus terhadap perbuatan kriminal ini, semua nya harus sama di mata hukum,”pungkasnya (Liaz)


