Pekanbaru (Nadariau.com) — Menyikapi viralnya isu kemunculan sosok menyerupai “pocong” yang meresahkan warga di sejumlah wilayah Kecamatan Kulim dan sekitarnya, Kapolsek Kulim, Kompol Didi Antoni, S.H., M.H.,, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Kapolsek menegaskan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.
“Masyarakat kami minta tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan lingkungan, dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika ada aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau melalui layanan Call Center 110 yang aktif 24 jam,” kata Kompol Didi, Kamis (04/06/2026).
Kapolsek menjelaskan, pihaknya telah menerima sejumlah informasi terkait dugaan kemunculan sosok tersebut di beberapa lokasi berbeda. Namun hingga saat ini, laporan resmi terkait tindak pidana maupun korban akibat kejadian tersebut belum ditemukan.
Sejumlah lokasi yang didatangi petugas bersama unsur masyarakat juga menunjukkan adanya temuan kain putih yang diduga sempat dikaitkan dengan isu tersebut. Setelah dilakukan pengecekan dan pendalaman di lapangan, tidak ditemukan bukti yang mengarah pada tindak kriminal dengan modus tertentu.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, beberapa temuan seperti kain putih yang sempat viral ternyata tidak memiliki kaitan dengan kejadian yang diisukan. Ada yang sudah berada di lokasi jauh sebelumnya,” jelasnya.
Kapolsek menegaskan bahwa isu pocong jadi-jadian tidak hanya terjadi di wilayah hukum Polsek Kulim, namun juga sempat viral di sejumlah daerah lain. Hal ini berpotensi menimbulkan kepanikan serta penyebaran informasi yang tidak benar di masyarakat.
Untuk itu, Polsek Kulim bersama unsur Kecamatan Kulim dan Tenayan Raya telah melakukan langkah koordinatif, termasuk mengimbau perangkat RT/RW untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Satkamling) guna mencegah berkembangnya isu yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.
Selain itu, patroli kepolisian juga ditingkatkan di kawasan permukiman warga sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan keamanan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyoroti adanya kejadian di mana warga sempat melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap seseorang yang dicurigai. Setelah diamankan, orang tersebut diketahui merupakan warga tunawisma dan bukan pelaku tindak kejahatan.
“Setelah kami lakukan pemeriksaan, yang bersangkutan bukan pelaku kriminal. Saat ini sudah kami koordinasikan dengan pemerintah setempat dan Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.
Polsek Kulim mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial, serta mengutamakan konfirmasi kepada pihak berwenang agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Yang terpenting, jangan sampai informasi yang belum jelas justru memicu kepanikan. Kami pastikan kepolisian terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tutup Kapolsek.(sony)


