Jumat, April 24, 2026
BerandaHeadlinePolresta Pekanbaru Bongkar Penipuan Investasi Mobil PT AAS, Ratusan Korban Rugi Rp40...

Polresta Pekanbaru Bongkar Penipuan Investasi Mobil PT AAS, Ratusan Korban Rugi Rp40 Miliar

Pekanbaru (Nadariau.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru berhasil membongkar praktik penipuan investasi mobil yang dijalankan sebuah perusahaan bernama PT AAS. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka yang merupakan komisaris dan direktur perusahaan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra, mengungkapkan modus operandi perusahaan dengan menawarkan skema investasi mobil berjangka tiga tahun.

Masyarakat diminta menyetor uang antara Rp80 juta hingga Rp150 juta, tergantung jenis mobil yang dipilih. Para investor dijanjikan bisa menggunakan mobil selama kontrak berjalan, dan 75 persen dana investasi akan dikembalikan setelah masa kontrak berakhir.

“Namun kenyataannya, mobil yang diberikan kepada korban adalah unit rental. Tidak ada bisnis investasi sebagaimana dijanjikan. Bahkan hasil pengecekan bersama OJK, PT AAS tidak memiliki izin resmi,” tegas Kompol Berry, Jumat (22/08/2025).

Hingga saat ini, Polresta Pekanbaru telah menerima lebih dari 40 laporan polisi dari masyarakat. Jumlah korban diperkirakan mencapai lebih dari 400 orang, dengan total kerugian sementara mencapai Rp40 miliar.

Menurut penyidikan, uang yang disetorkan para korban hanya diputar untuk membayar sewa mobil ke pihak rental.

“Perputaran dana dari korban A digunakan membayar unit, lalu korban B menutup korban lainnya. Jadi murni skema gali lubang tutup lubang, bukan bisnis investasi,” jelas Kompol Berry.

Kasus ini sempat memicu aksi penyanderaan yang dilakukan sejumlah korban untuk menuntut pengembalian uang. Beruntung, situasi berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian.

Kini, ketiga tersangka sudah ditahan dan polisi masih menelusuri aset serta aliran dana perusahaan. “Kami juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan namun belum membuat laporan,” tambah Kompol Berry.

Polresta Pekanbaru masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat serta potensi korban di luar wilayah Riau.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer