Ngaku Polisi, Seorang Resedivis Diamankan Satreskrim Polresta Pekanbaru

Pekanbaru (Nadariau.com) – Tim Resmob Jembalang Satreskrim Polresta Pekanbaru, kembali mengamankan seorang residivis yang mengaku sebagai anggota polisi bernama Jahris alias Dedek lantaran merampas handphone milik korban, bernama Ikhsan Fadilla (22) saat melintas di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru Kota, pada Senin (05/09/2022) siang lalu, sekitar pukul 13.30 Wib.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengatakan, pelaku yang merupakan residivis kasus penjambretan yang baru bebas dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru tersebut diamankan Tim Resmob Jembalang Satreskrim Polresta Pekanbaru, pada Jumat (23/09/2022) sore lalu, sekitar pukul 18.00 wib, usai menerima laporan korban.

“Usai menerima laporan korban, Tim Resmob Jembalang Satreskrim Polresta Pekanbaru, kemudian melakukan Penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku saat berada di jalan Durian, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru,” kata Kasat Reskrim, Senin (26/09/2022).

Kasat Reskrim menjelaskan, peristiwa tersebut berawal saat korban melintas di Jalan Gajah Mada dan dihentikan oleh Pelaku yang menggunakan sepeda motor ADV dan mengaku sebagai anggota polisi.

“Pelaku kemudian meminta korban untuk menunjukkan SIM dan STNK, karena tidak bisa menunjukkan surat-surat sepeda motornya. Pelaku meminta handphone Samsung A03 milik korban sebagai jaminan. Pelaku juga berjanji kepada korban kalau dirinya akan menunggu di TKP, namun saat korban sudah kembali menjemput surat-surat motor, pelaku sudah tidak di lokasi kejadian,” kata Kasat Reskrim.

Atas kejadian tersebut, lanjut Kasat, korban melapor ke polisi. Selanjutnya Tim Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru, mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Jalan Durian, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru.

“Mendapat informasi ini, kita langsung ke TKP dan mengamankan pelaku. Dari hasil pemeriksaan, pelaku ternyata residivis kasus jambret dan baru keluar dari Rutan Pekanbaru,” kata Kasat Reskrim.

Kasat menambahkan, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru, guna menjalani proses hukum selanjutnya.

“Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara paling lama selama 9 tahun,” kata Andrie.(sony)

 60 total views