Untuk Mencegah Konflik, Kapolres Rohil Mediator Dualisme Kepengurusan SPTI dan KSPSI

Rokan Hilir, Nadariau Com – Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIk Mediasi dualisme kepengurusan SPTI dan KSPSI antara kubu H. Fuad Ahmad, SH dengan Kubu Hijrah.

Hal itu dilakukan untuk mencegah konflik kepemimpinan internal SPSI, yang di gelar di Aula Patriatama Mapolres. Senin 20 Juni 2022.

Turut hadir Waka Polres Rohil Kompol Frengky Tambunan, ST, Kasat Intelkam AKP Zulhendra, SH, Kasat Reskrim AKP Eru Alsepa, SH, SIK, MH, Kasat Binmas AKP Y.M. Joni, dan Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Faris Nursanjaya, SH.SIK, MH.

Selain itu hadir juga Kadis Disnaker Rohil Asrul Sos, Amri Plt Kabib PHI, H. Fuad Ahmad, SH selaku ketua DPC SPTI-KSPSI Kabupaten Rohil didampingi Ibu Saut Sihaloho dirovinsi  Riau, J. B Simanjuntak Wakil Ketua, Hijrah selaku ketua DPC SPTI-KSPSI Kabupaten Rohil didampingi C.P Nainggolan Prov. Riau, D. Sinaga Sekretaris, dan Cahayawaty, SH Advokat, Zulkarnain Sekretaris PC.

Dalam kesempatannya, Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto, SH, SIK melalui Kasi Humas AKP Juliandi SH memaparkan terkait diadakannya mediasi dualisme kepengurusan SPTI-KSPI Kabupaten Rokan Hilir di Polres Rokan Hilir untuk mencegah adanya Konflik kepimpinan dilapangan.

” Jadi, Dalam mediasi semalam, Bapak Kapolres menjelaskan terkait legalitas serikat pekerja bukan kewenangan Polri. Disini Polri hadir dari sisi Kamtibmas, Diharapkan kepada kedua kubu untuk menjaga stabilitas kamtibmas dimana kedua kubu tercatat di Disnaker dan Kemenkumham,” Jelasnya Selasa 21 Juni 2022.

Oleh karena itu, lanjut AKP Juliandi SH masing-masing pimpinan serikat agar mengikuti langkah pengurus pusat dimana tidak ada konflik terbuka dan menempuh jalur hukum (prosedur).

” Diminta kepada Kadisnaker untuk memberikan upaya atau solusi untuk antisipasi konflik terbuka antar kedua serikat Khusus di wilayah Pabrik Kepala Sawit saat ini terjalin kerjasama dengan serikat berdasarkan Kontrak Kerja Bersama (KKB),” Kata Kapolres yang dijelaskan AKP Juliandi.

Sebelumnya Bapak Kapolres menekankan, Jangan ada melakukan pemaksaan atau merebut kegiatan bongkar muat di lapangan. Sebab, Konflik kepemimpinan internal SPSI akan diselesaikan secara hukum dan organisasi.

Namun apabila penentuan keputusan secara organisasi tingkat pusat di menangkan oleh pihak Hijrah maka pihak H. FUAD akan menyelenggarakan secara baik-baik tanpa ada konflik.

Selain itu Bapak Kapolres juga menyarankan kedua belah pihak melakukan kegiatan kerja sama kepada perusahaan atau pengusaha di wilayah Rokan Hilir, agar kedua belah pihak menjaga tidak terjadi konflik terbuka dilapangan yang dapat menimbulkan korban jiwa.

Sementara penyampaian dari PJ. Kadisnaker Rohil Asrul, S.Sos bahwa Pemerintah daerah mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Polres Rohil.

Dia mengaku bahwa Disnaker hanya mencatat keberadaan serikat yang terbentuk, terkait dualisme bukan kewenangan Disnaker.

” dimohon tidak ada benturan dilapangan dan silahkan ditempuh jalan penyelesaian lain termasuk jalur hukum,” Jelasnya.

Dia juga menjelaskan Disnaker tidak mempunyai kewenangan untuk menunjuk siapa yang berhak melaksanakan pekerjaan, Kontrak Kerja Bersama (KKB), melainkan pengusaha.

” silahkan berupa melobi dan berkomunikasi yang baik kepada pengusaha untuk mendapatkan KKB tersebut. Meski selama ini yang bekerja di pabrik, toko dan pergudangan adalah kelompok H. Fuad Ahmad,” Kata Asrul.

Untuk saat ini, Sebut Asrul bahwa Disnaker Rohil mencatat keberadaan SPTI kubu Hijrah telah mewakili 2/3 kelompok yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.

” Dimohon kepada kedua belah pihak untuk menahan diri dengan mencari solusi jalan terbaik tanpa melakukan gesekan atau konflik terbuka,” Tutupnya.

Dalam kesempatan itu, penyampaian dari H. Fuad Ahmad, SH ketua DPC SPTI-K.SPSI Kabupaten Rohil dan Kubu Saud Sihaloho di Prov. Riau menjelaskan Terima kasih terhadap upaya yang dilaksanakan oleh Polres Rokan Hilir.

” Terkait legalitas dari Pusat hingga daerah kami telah penuhi berdasarkan UU 21 tahun 2000 tentang tata cara pencatatan Setikat Buruh juga bukti pencatatan serikat SPTI-KSPSI adalah milik Surya Batubara,”

Selanjutnya penyampaian dari Kubu Hijrah oleh diwakili Sartono SH selaku kuasa hukum mengatakan Kami tidak mengakui terjadinya dualisme, bahwa pencatatan milik Surya Batubara telah diralat oleh Pengadilan Negeri Jakarta selatan dan sah milik CP. Nainggolan juga sah adanya legalitas berasal dari lembaga. SPSI organisasi besar terbangun dari sejak tahun 1973.ucapnya Sartono.

” Akhirnya hasil pelaksanaan giat Mediasi dualisme kepengurusan SPTI-KSPI Kabupaten Rokan Hilir telah berlangsung situasi aman dan tertib sampai akhir mediasi,” Pungkas Juliandi.(Said)***