Polda Riau Berhasil Mengamankan 48,31 kg Narkotika Jenis Sabu Milik 17 Orang Tersangka

Pekanbaru, (Nadariau.com) – Anggota Kepolisian Ditnarkoba Polda Riau, berhasil menyita narkotika jenis sabu seberat 48,31 Kilogram (Kg) serta uang tunai hasil penjualan sebanyak Rp.131.800.000,- dari tangan 17 orang tersangka pengedar dan kurir narkoba sejak 11 Mei hingga 20 Juni 2022.

Ketujuh belas tersangka tersebut tiga diantaranya wanita masing-masing berinisial, SU (32), TA (33), AS (26), MN (19), MR (28), MK (25), HS (26), ZU (26), IL (27), EA (45), MN (33), RI (27), ZU (34), SA (30), AH (45), AM (49), dan AR (31).

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, ketujuh belas pelaku tersebut terkait enam perkara kasus narkoba. Keenam kasus tersebut empat diantaranya ditangani oleh Subdit satu sementara sisanya ditangani Subdit dua Ditnarkoba Polda Riau.

“Pada tanggal (08/06/2022) di TKP, Jalan Sukarno Hatta, Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, kita berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 19,83 kg, dari tangan dua orang tersangka SU dan TA asal Medan dan Kuala Simpang,” kata Sunarto, pada wartawan di halaman belakang Mapolda Riau, Selasa (21/06/2022).

Sunarto menjelaskan, kedua tersangka menyimpan narkoba jenis sabu tersebut dalam sebuah tas ransel warna hitam, berikut 4 unit Hp dan 1 unit mobil Toyota Avanza. Narkoba tersebut menurut pelaku berasal dari negeri Jiran Malaysia.

“Kemudian, tim dibantu oleh Satresnarkoba Polres Dumai, melakukan penyelidikan sehingga pada Rabu (08/06/2022) lalu, sekira jam 04.00 WIB pagi didapat informasi bahwa narkoba yang diinformasikan telah beralih tangan kepada seseorang yang berada di mobil Avanza tersebut,” katanya.

Setelah petugas kepolisian melakukan kejar-kejaran sekitar 30 menit, petugas berhasil melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap mobil tersebut. Setelah digeledah, polisi menemukan 20 bungkus narkoba diduga jenis sabu.

Dari pengakuan SU dan TA, mereka akan membawa barang haram tersebut ke Sumatera Utara atas perintah dari bos Malaysia.

Selanjutnya, kasus kedua terjadi pada tanggal 30 Mei 2022 lalu. Subdit I Polda Riau berhasil mengamankan narkoba jenis sabu seberat 19,72 Kg, yang dikemas dalam 20 bungkus. Penangkapan ini dilakukan di Jalan Kotoringin, Mempura Kabupaten Siak.

Kronologi penangkapannya berawal ketika Bea Cukai Bengkalis melakukan Patroli di perairan Bengkalis dan melihat sebuah Speedboat yang mencurigakan merapat di Sungai Siput yang diduga membawa barang ilegal.

Kemudian, pihak Bea Cukai Bengkalis langsung menginformasikan ke Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Bengkalis, yang kemudian dilakukan penyelidikan dan mapping di wilayah sekitar Siak kecil di daerah perairan tersebut.

Selanjutnya, kata Sunarto, selang 5 hari berikutnya, pada tanggal 30 Mei 2022 sekira jam 11.00 WIB, tim menjumpai mobil Agya putih. Karena tau dibuntuti, mobil tersebut terus menambah laju kecepatan. Ketika sudah berada di Jalan Buton, kemudian pengemudi mobil berbalik arah ke Kabupaten Siak.

“Dikejar oleh tim kita sampai kemudian dilakukan penembakan terhadap ban depannya. Kondisi kempes namun tetap tidak mau berhenti, tetap melaju dalam kondisi bannya pecah. Kemudian ditembak lagi ban belakangnya, masih juga melaju kemudian dipepet. Sehingga antara mobil Agya dan mobil petugas kita berserempetan kemudian mobil Agya akhirnya terbalik tepat di depan Kantor Desa Kotoringin,” katanya.

Selanjutnya, didalam mobil tersebut petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka masing-masing berinisial NA dan RI, dari tangan kedua tersangka petugas berhasil mengamankan 20 bungkus narkotika jenis sabu yang disimpan di jok belakang mobil tersebut.

Diketahui, NA dan RI merupakan warga Pidie, Provinsi Aceh yang sebelumnya telah berhasil lolos membawa 15 bungkus sabu ke daerah Aceh.

“Ini upaya yang kedua kali dan berhasil digagalkan petugas kita. Mobil ini menurut keterangan mereka dibeli atas perintah saudara AL (DPO). Kemudian yang membeli mobil ini adalah saudari ZU dan SA. Keduanya membeli mobil atas suruhan AL untuk kepentingan operasional penyelundupan atau mengedarkan barang haram tersebut,” katanya.

Kedua perempuan tersebut berinisial ZU dan SA, lanjut Sunarto, ditangkap di sebuah parkiran di Marina Park Kota Batam. Rekening kedua perempuan tersebut digunakan untuk menampung uang hasil penjualan narkoba dan membeli mobil Agya tersebut.

Kasus ketiga, Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau, berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 7 kg, dari tangan 3 tersangka. Ketiga tersangka tersebut masing-masing berinisial AS, MN dan MR yang merupakan warga Provinsi Lampung. Ketiga pelaku diamankan di pelataran sebuah mall di Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru.

Peristiwa penangkapan tersebut terjadi pada 20 Mei 2022 sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan interogasi, AS dan MN mengaku disuruh oleh RE yang juga berasal dari Lampung.

“Kemudian dilakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki, membawa satu buah tas ransel jinjing warna hitam. Kemudian didalamnya ditemukan 7 bungkus narkoba jenis sabu,” sambung Sunarto.

Selanjutnya, Tim Subdit I Polda Riau berhasil mengamankan RE ditempat persembunyiannya di wilayah Lampung.

Kemudian selanjutnya, kasus keempat, Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau pada 17 Mei 2022 berhasil mengungkap kasus narkoba dan mengamankan barang bukti sabu sebarat 1 kg, di Jalan Bandar Laksamana, Desa Tenggayen, Kabupaten Bengkalis.

Di lokasi tersebut polisi mengamankan 5 orang pelaku masing-masing berinisial MK, HS, ZU, IL dan EA. Dijelaskan Sunarto, sehari sebelumnya, petugas mendapat informasi adanya transaksi narkotika jenis sabu dari Malaysia melalui jalur laut di Bengkalis.

Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan di wilayah Desa Sepahat dan Desa Tenggayun Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bangkalis. Pada hari Selasa sekitar pukul 02.30 WIB, tim melakukan penangkapan terhadap tiga orang laki laki yang mengendarai sepeda motor Kawasaki  KLX  yang dikendarai oleh tersangka HA dan sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai oleh tersangka HE yang berboncengan dengan tersangka ZU.

“Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan satu buah tas di dalam bagasi sepeda motor Honda Scoopy yang berisikan satu bungkus besar diduga narkotika jenis sabu,” kata Sunarto.

Dari hasil introgasi terhadap ketiga orang pelaku, mereka mengaku diperintahkan oleh tersangka EL untuk menjemput barang haram tersebut dipantai Desa Tenggayun dan selanjutnya dibawa ke Bengkalis dan menunggu arahan selanjutnya dari EL.

Selanjutnya, setelah dilakukan pengembangan, tim berhasil mengamankan satu orang napi di Lapas Bengkalis berinisial EL.

Selanjut, kata Sunarto, Subdit II DItresnarkoba Polda Riau berhasil menangkap seorang nelayan berinisial AH warga Hutan Panjang, Kabupaten Bengkalis. nelayan tersebut ditangkap saat berada dirumahnya Dusun Pangkalan Baru, Hutan Panjang, Kecamatan Rupat Selatan, Kabupaten Bengkalis.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 830 gram.

“Pada hari Jumat tanggal 20 Mei 2022 sekitar pukul 08.00 Wib, tim mendapat informasi bahwa AH sedang bertransaksi sabu di Desa Hutan Panjang, Kecamatan Rupat Selatan, Kabupaten Bengkalis,” kata Sunarto.

Lalu, lanjut Narto, tim berangkat dan melakukan penyelidikan. Kemudian, pada pukul 22.00 Wib, tim berhasil mengamankan AH beserta 1 bungkus besar didalamnya berisikan 4 bungkus kecil narkotika jenis sabu.

Terakhir, Subdit II DItresnarkoba Polda Riau, pada 11 Mei 2022 berhasil menangkap 2 orang pengedar narkoba di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Kedua pelaku yakni AM, merupakan ibu rumah tangga asal Sumatera Barat dan seorang pria berinisial AR, karyawan swasta asal Mataram.

“Sekira pukul 13.00 WIB, tim mendapatkan informasi keberadaan AR di depan sebuah Toko Indomaret yg terletak di Jalan Garuda Sakti Km 3, kota Pekanbaru dan berhasil mengamankan AR,” sebutnya.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa AR sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu di kediaman mertuanya yg terletak di Dusun satu, Sei Sibam, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, tim langsung menuju ke alamat yg dimaksud dan mengamankan ibu mertua dari AR bernama AM. Di lokasi tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti 5 bungkus narkotika jenis sabu.

“Interogasi terhadap keduanya mengakui bahwa sabu tersebut adalah milik mereka dan yang menjemput sabu sebanyak 1 ons adalah AR dan diserahkan kepada ibu mertuanya AM dan disimpan AN didalam kamar tidurnya sebelum dilakukan penangkapan,” katanya.

Atas perbuatannya Ke tujuh belas orang pelaku tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, pidana dengan ancaman hukuman mati, pidana seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(son)