Rokan Hilir ( Nadariau Com ) – Mengingat suasana semakin memanas memperjuangkan hak masyarakat Kecamatan Kubu tentang Hak Masyarakat Petani Kebun Plasma Sawit yang selama lima belas tahun berjalan tidak jelas ujung pangkal nya, Ketua Tim Revitalisasi Dan Transisi Petani Kebun Plasma Sawit PT. Jatimjaya Perkasa Zulpakar, SE, M.Si , disaat memperjuangkan hak-hak petani ada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab dan melakukan ” sabotase verbal “menghimbau seluruh peserta plasma untuk tidak menghadiri rapat diluar kepengurusan koperasi.
” Ini menurut saya adalah perbuatan intimidasi, hasutan, tekanan, paksaan, bentuk hasutan verbal, non verbal, dan manipulasi emosional yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab. semua ini akan kita lakukan langkah hukum selanjutnya dan kita akan kuasakan kepada lawyer (pengacara) Tim TRT. dan kita ajukan Pasal 335 KUHP, pasal 160 KUHP, Pasal 55 ayat 1-2,” Jelasnya kepada media ini 15 Juni 2026.
Tidak hanya itu Zulpakar juga menegaskan kepada rekan-rekan yang terdiri Tim Revitalisasi Dan Transisi Petani Kebun Plasma Sawit PT. Jatimjaya Perkasa mencari oknum yang telah menyebarkan hasutan, intimendasi dan tekanan bagi peserta plasma tersebut.
” Kalau sudah tau oknumnya kita akan lakukan langkah hukum karena negara ini negara hukum,” Tegasnya.
Menurut Zulpakar bahwa pihaknya terus mengawal dan memperjuangkan hak hak masyarakat terkait penerima peserta plasma.
” Ini tidak bisa dibiarkan lagi berlarut larut kami akan tuntaskan dengan cara apapun agar masyarakat Kubu Khususnya mendapatkan haknya ,”Pungkasnya.
Legal Standing Tim Revitalisasi dan Transisi

Di kesempatan lain, Tim Revitalisasi dan Transisi Kebun Plasma Sawit melaksanakan silaturahmi dengan para kepala suku di wilayah Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu sebagai bentuk penghormatan terhadap lembaga adat sekaligus memohon tunjuk ajar, nasihat, dan doa dalam setiap langkah perjuangan tim.
Kunjungan pertama berlangsung di kediaman Kepala Suku Aru Datuk H. Abdul Karim, di Jalan Jenderal Sudirman, Kepenghuluan Teluk Nilap. Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Tim Revitalisasi dan Transisi Kebun Plasma Sawit, Zulpakar, beserta jajaran pengurus, serta Kepala Suku Hambaraja, Datuk Muzafar Rahim.
Pada kesempatan itu, Zulpakar menyampaikan bahwa kedatangan tim bukan semata-mata untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pemangku adat yang selama ini menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat Kenegerian Kubu.
Di tempat terpisah, Zulpakar juga mengunjungi Kepala Suku Bebas, Datuk Makmur, untuk menyampaikan maksud yang sama, yakni memohon tunjuk ajar, saran, nasihat, serta doa agar seluruh agenda perjuangan Tim Revitalisasi dan Transisi Kebun Plasma Sawit dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Zulpakar, menghormati adat dan para tetua merupakan nilai yang harus terus dijaga dalam setiap langkah perjuangan.
“Adab lebih tinggi daripada ilmu. Karena itu, kami datang untuk meminta petuah, nasihat, dan doa restu dari para pemangku adat agar setiap langkah yang kami tempuh senantiasa berada di jalan yang baik dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberadaan kepala-kepala suku di Kenegerian Kubu merupakan warisan sejarah yang memiliki nilai luhur dan patut dihormati serta dijaga keberlangsungannya oleh seluruh elemen masyarakat.
Melalui pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai adat, Tim Revitalisasi dan Transisi Kebun Plasma Sawit berharap sinergi antara masyarakat, tokoh adat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus terjalin demi terwujudnya penyelesaian berbagai persoalan secara bermartabat, berkeadilan, dan berlandaskan kearifan lokal.(***).


