Taba Iskandar Ingatkan Pelajar dan Mahasiswa Pentingnya Bela Negara

Kepri, Nadariau.com – Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Kepulauan Riau H.Taba Iskandar menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Bela Negara Bagi Pemuda/Mahasiswa di Kota Batam yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepri bertempat di Baverly Hotel, Kota Batam, Selasa (21/6).

Dalam kesempatan  ini Taba  tampil sebagai narasumber, dengan menampilkan materi “Semangat Membangun Bangsa Melalui Partisipasi Aktif Pemilu Tahun 2024”.

Taba, yang juga sebagai ketua PDK Kosgoro 1957 Prop. Kepri ini pun mengatakan bahwa bela negara merupakan konsep yang disusun perangkat perundangan dan petinggi negara tentang patriotisme seseorang, kelompok atau seluruh  komponen dari suatu negara guna kepentingan mempertahankan eksistensi negara.

“Bela negara adalah  sebuah sikap dan prilaku negara yang dijiwai kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, guna menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya,” ujar Taba seraya melanjutkan bahwa bela negara juga menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Dan hal ini sesuai dengan Pasal 27 Ayat (3) dan Pasal 30 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Adapun unsur dari bela negara  tambah Taba, diawali dengan cinta pada tanah air, yakin  akan pancasila sebagai ideologi negara, kesadaran berbangsa dan bernegara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara itu sendiri.

“Dan itu harus dimiliki semua warga negara, agar tetap tumbuh kecintaan pada bangsa dan negara Indonesia, ” tambah Taba dihadapan para peserta.

Terkait konsep bela negara  di Indonesia, kata ketua DPRD pertama Kota Batam, periode 1999- 2004 ini, tidak mengharuskan  warga negara mengikuti wajib militer seperti yang banyak diterapkan banyak negara di dunia. Di Indonesia, dituntut memahami pentingnya mengetahui dan memahami konsep  bela negara.

“Sebagai contoh, tidak lama lagi, kita akan menggelar pesta demokrasi yang akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang. Agar pesta demokrasi bisa berlangsung dengan lancar dan sukes serta menghasilkan politik yang stabil, maka  generasi mudanya harus bisa berperan aktif dengan cara menggunakan hak pilihnya secara  baik,” ujarnya.

Menutup pembicaraannya, taba memberikan contoh lain dari bela negara, diantaranya  bisa dilaksankan generasi muda dengan cara menjaga prilaku untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia. Caranya bisa  dari mencintai produk dalam negeri, melestarikan budaya, taat hukum dan tindakan positif lainnya. (*)