Pasca Konflik di Kampar Puluhan Orang di Amankan Polisi, Kasrul : Polda Riau Hebat Berantas Premanisme

Pekanbaru, Nadariau Com – Kasrul salah satu Datuk di Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) meapresiasi kinerja Polres Kampar lantaran dengan sigap mengamankan Puluhan orang yang diduga terlibat tindak kekerasan, yang mana pengamanan itu langsung di pimpin oleh Kapolres Kampar AKBP Rido Purba SIK MH.

” Kita mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak Kapolres Kampar yang begitu cepat menangani kasus yang mengakibat anak dan emak emak ikut menjadi korban,” Katanya Senin 20 Juni 2022.

Selain itu Kasrul juga berharap kasus sempat viral itu bisa terselesaikan secepat mungkin oleh petugas, sehingga pelaku yang diduga melakukan kekerasan terhadap warga tersebut di proses setimpal dengan perbuatannya.

” Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dikalangan warga dan kasus ini kita serahkan saja ke Polres Kampar. Sekali lagi saya apresiasi kinerja Bapak Kapolres Kampar,” Tutupnya.

Sebelumnya Sekitar 20 orang warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, diserang orang tak dikenal (OTK) yang membawa samurai dan senjata lainnya, Minggu (19/6/2022) sore.

Saat itu puluhan OTK menggunakan senjata samurai hingga pentungan mendatangi dan menyerang masyarakat di Desa Terantang.

Akibatnya, puluhan warga Desa Terantang mengalami luka-luka. Korbannya mulai dari pria dewasa, para wanita dewasa hingga anak-anak

Mantan Kepala Desa Terantang, Asmara Dewi, saat mendampingi masyarakat yang terluka di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau menjelaskan, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di area perkebunan warga.

“Penyerangan yang sangat brutal secara tiba-tiba tadi sore. Pelaku berjumlah sekitar 100 orang. Mereka membawa samurai, pisau, batu bata untuk melempar warga. Ada juga yang membawa pentungan,” jelas Asmara Dewi dilansir dari goriau.com, Senin (20/6/2022) malam.

Asmara Dewi membeberkan, penyerangan ini merupakan rentetan dari peristiwa perebutan lahan kebun kelapa sawit petani yang tergabung dalam Koperasi Iyo Basamo.

Sejak beberapa waktu terakhir koperasi ini memang sedang menghadapi masalah dengan ketua koperasi yang lama bernama Hermayalis.

Ketua Koperasi Iyo Basamo yang terpilih saat ini adalah Yuslianti. Namun, kubu dari Hermayalis tidak terima kepengurusan yang baru itu.

Diketahui, warga telah memenangkan gugatan di tingkat Pengadilan Tinggi dan menyatakan kebun sawit yang ada saat ini merupakan hak dari masyarakat.

“Akibat penyerangan itu, ada korban luka terparah, seorang pria berumur sekitar 35 tahun. Sebelum dibacok dengan menggunakan samurai, pria tersebut sempat dikeroyok oleh puluhan pemuda berbadan tegap, berkulit gelap hingga berdarah-darah,” jelas Asmara Dewi. (dw / Said)***

 

 52 total views