Terengganu-Malaysia (Nadariau.com)-Mahasiswa Indonesia asal Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nurul Anwar, menjadi pimpinan sementara komunitas mahasiswa Internasional (International Student Society(ISS)) Universiti Sultan Zainal Abidin (Selasa, 15/02/2022).
UniSZa mengadakan dialog bersama 30 orang mahasiswa Internasional, di Dewan Kuliah Utama, UniSZA. Dialog tersebut menghasilkan keputusan bahwa pemilihan tersebut diadakan berdasarkan musyawarah antar mahasiswa internasional perwakilan dari Indonesia, Nigeria, dan Pakistan dengan pihak International Centre UniSZA.
Pihak International Centre dihadiri langsung oleh Profesor Anuar selaku ketua. Ia menjelaskan prihal Internasional Student Society yang sudah vakum beberapa tahun ini. Dialog ini dilangsungkan setelah perwakilan PPI UniSZA hendak mendaftarkan legalitas di kampus, tetapi ternyata memerlukan institusi tempat bernaung. Solusinya ada menghidupkan kembali International student Society.
“ISS dulu ada, tapi saya tidak tahu, tiba-tiba hilang, dan sekarang ada keinginan dari mahasiswa untuk menghidupkan ISS, ini bagus sekali,” ungkap Profesor asal Canada ini. selanjutnya, salah satu mahasiswa asal Pakistan, Asif mengatakan “bangkitnya ISS ini adalah sebagai wadah untuk kita berkolaborasi antar Negara guna member kontribusi lebih khusus kampus UniSZA”.
Kondisi pandemi menyebabkan mahasiswa Internasional baik sarjana dan pasca sarjana mengikuti perkuliahan secara online dari Negara masing-masing, hanya ada beberapa mahasiswa Internasional yang masih tinggal di Malaysia.
Di awal, beberapa perwakilan diminta untuk memberikan gagasan dan kesan terkait International Student Society. Selanjutnya, dialog ditutup dengan meminta kesediaan para peserta untuk sukarela menjadi bagian dari pimpinan sementara ISS. Di saat itu juga Anwar langsung menyanggupi sebagai presiden, dan beberapa mahasiswa Indonesia lainnya menyanggupi di jajaran wakil presiden, bendahara, dan sekretaris. Meski kemudian diadakan dialog lagi supaya di setiap perwakilan negara lain juga ikut andil pada ISS.
Maka hasilnya Nurul Anwar (Indonesia) sebagai presiden, Sani (Nigeria) sebagai wakil presiden, Aminah(Nigeria) sebagai Sekretaris, Lingga Apri Murtini(Indonesia) sebagai Bendahara, dan beberapa anggota Exco: Roy Boi Jon(Indonesia), Asif(Pakistan), Salim Rahmatullah(Indonesia), Sar’in (Indonesia), dan Murtala (Nigeria), Jajaran ini nantinya akan memimpin sementara International Student Society, Universiti Sultan Zainal Abidin, hingga diadakannya pemilihan umum tahun depan. (rls)


