DPRD Provinsi Riau Buka Paripurna Masa Sidang III

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dalam rangka Penutupan Masa Persidangan II (Mei-Agustus) Tahun 2021 sekaligus Pembukaan Masa Persidangan III (September-Desember) Tahun 2021, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution menghadiri Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Pimpinan DPRD Provinsi Riau Hardianto di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau, Kamis (2/9/2021).

“Rapat Paripurna DPRD yang beragendakan penyampaian penutupan masa persidangan II (Mei-Agustus) sekaligus pembukaan masa persidangan III (September-Desember) secara resmi dibuka dan terbuka untuk umum,” imbuhnya.

Mengawali rapat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Hardianto mengatakan dengan berakhirnya masa persidangan II (Januari-April) Tahun 2021 ini merupakan langkah awal bagi dewan untuk mengerjakan pengabdiannya sebagai anggota DPRD Provinsi Riau pada masa persidangan III Tahun 2021.

“Maka hari ini merupakan langkah awal kita untuk memulai pekerjaan sebagai anggota DPRD Provinsi Riau pada masa persidangan III di Tahun 2021,” katanya

Meskipun dalam suasana pandemi COVID-19, ia mengatakan anggota DPRD Provinsi Riau masih dapat melaksanakan fungsi dan tugas kedewanan secara maksimal dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Semoga ditahun ini kita dapat meningkatkan kinerja dan hasil capaian dapat lebih baik lagi dan menuai manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas,” harapnya.

Selain itu, Hardianto menuturkan penyampaian pandangan umum Fraksi terhadap rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan Provinsi Riau Tahun 2021-2035 yang salah satunya akan dibacakan melalui Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Golkar.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Golkar Ramos Tedy Sianturi mengatakan pandangan umum Fraksi Golkar terhadap rancangan Perda tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan di Provinsi Riau ini sangatlah strategis.

“Fraksi partai golkar memandang rancangan Perda Provinsi Riau sangatlah strategis dan memiliki nilai – nilai sosial budaya dan ekonomis, dimana bisa menjadi pijakan yang kuat sekaligus pedoman yang konkrit dalam menyusun pembangunan kepariwisataan di Provinsi Riau,” ungkapnya

Ramos menambahkan bahwasanya hal ini sesuai dengan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Provinsi Riau yang mana menjadi salah satu sektor strategis yang menjanjikan dalam rangka menggerakkan ekonomi daerah.

“Rancangan Perda terkait rencana induk pembangunan kepariwisataan di Provinsi Riau ini bisa sekaligus mendorong keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat dalam merumuskan komplek perencanaan, pembangunan, pengelolaan dan pengawasan pariwisata,” tutupnya.

Pertemuan Rapat Paripurna ini ditutup dengan penyerahan naskah pandangan umum fraksi – fraksi tersebut kepada Wakil Gubernur Riau oleh Ketua DPRD Provinsi Riau. (mcr/rul)