Usulan Gelar Pahlawan Tengku Buwang Butuh Dukungan Semua Pihak

SIAK (nadariau.com) – Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Siak menyampaikan progres pengusulan Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah yang bergelar Tengku Buwang Asmara sebagai Pahlawan Nasional, kepada Bupati Siak, di Kediaman Bupati Siak, Kamis (25/8/2021) sore.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak yang juga Ketua TP2GD Kabupaten Siak, Wan Idris mengatakan tujuannya menemui Bupati Siak menyampaikan progres kerja dari TP2GD Kabupaten Siak. Hal itu berkaitan dengan progres pengusulan Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah Tengku Buang Asmara sebagai Pahlawan Nasional.

“Kami minta arahan dan masukan serta langkah selanjutnya, yang akan kami laksanakan untuk mendukung Tengku Buwang Asmara sebagai Pahlawan Nasional untuk menteri di pusat,” ujarnya.

Sesuai Peraturan Menteri Sosial terkait TP2GD itu sendiri, sambung Idris, terdiri dari unsur akademis, praktisi, budayawan, tokoh masyarakat maupun dari unsur OPD yang terdiri dari 13 orang.

Bertugas untuk membantu, Pemerintah Kabupaten Siak memberikan masukan, saran, serta mengusulkan yaitu salah satunya gelar daerah maupun gelar Pahlawan Nasional dari Kabupaten Siak.

TP2GD dibantu oleh sekretariat yang dikoordinir oleh Dinas Sosial sebagai OPD teknis untuk membantu memfasilitasi TP2GD bekerja menuju Tengku Buwang Asmara ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Kami bekerja sesuai dengan tugas masing-masing dan yang penting koordinasi harus kuat serta bekerjasama dengan OPD atau lembaga lain itu kuncinya. Karena ini berkaitan dengan sosialisasi pengumpulan-pengumpulan dokumen untuk kelengkapan persyaratan yang kami usulkan ke Kementerian Sosial sebagai usulan Pahlawan Nasional,” jelasnya.

“Bupati juga menyampaikan bentuk dukungan anggaran terkait dengan pelaksanaan seminar baik itu seminar lokal maupun seminar tingkat nasional ini didukung penuh oleh bapak Bupati Siak,” tambahnya.

Bupati Siak, Alfedri menjelaskan sejauh ini sudah dilakukan format dalam anggaran sejak 2019, pada APBD perubahan dilakukan rapat dan pertemuan sehingga diambil langkah-langkah mulai 2020 untuk menyusun buku. Kemudian mencari arsip dan dokumen di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di bantu oleh tim ahli dari UIN Syarif Hidayattullah Jakarta, membuat sketsa wajah sultan, kemudian juga studi tiru kepada daerah yang baru saja mendapatkan gelar Pahlawan Nasional yaitu di Kabupaten Lingga Provinsi Kepri.

“Tinggal sketsa wajah harus ada pengakuan dari ahli waris di mana ahli warisnya berada di Malaka, ini belum bisa kita lakukan karena lockdown. Kemudian juga tambahan dokumen sebetulnya kalau bisa ada upaya ke Belanda untuk melengkapi tetapi untuk yang sekarang ini baik dari ANRI barangkali referensi sejarah lainnya sudah kuat untuk mengajukan sultan menjadi pahlawan nasional,” jelasnya.

Pihaknya meminta dukungan dari Provinsi Riau juga, dan usulan Pahlawan Nasional ini harus mulai digaungkan. Lanjutnya, bukan hanya dari pemerintah saja nanti yang mengusulkan tapi juga sejarawan, tokoh-tokoh masyarakat kemudian juga masyarakat secara umum, termasuk ekspos melalui media.

“Sehingga nanti saat diajukan kontennya sudah dapat, tinggal nanti melengkapi kekurangan-kekurangan yang harus dilakukan persaratan menjadi Pahlawan Nasional. Artinya ini kan jarang yang selesai setahun dua tahun, seperti Kabupaten Lingga itu saja sampai delapan tahun prosesnya. Nah kami mulai setahun dua tahun ini ke depan, mudah-mudahan kita diberikan kemudahan dan jalan terbaik sehingga Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah jadi Pahlawan Nasional,” tutupnya. (infotorial)