Oktober Indonesia akan Menghadapi Ancaman Bencana Cuaca Ekstrem La Nina

Jakarta (Nadariau.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta seluruh kepala daerah untuk bersiaga di malam hari guna mengantisipasi ancaman dan dampak bencana cuaca ekstrem La Nina yang terjadi di Indonesia pada Oktober.

Kepala daerah perlu menyiapkan pola mitigasi bencana dan memberi arahan sekaligus peringatan kepada warga.

Sebab, La Nina diprediksi menyebabkan angin kencang dan peningkatan intensitas curah hujan bulanan hingga 20-40 persen di atas normal.

“Para pimpinan atau pejabat terutama di malam hari kalau sudah ada informasi curah hujan tinggi terutama di hulu, harus ada yang siaga untuk mengingatkan warga yang berada di sepanjang aliran sungai,” kata Doni dalam bincang ringan yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, Jumat (23/10).

Selain warga yang berada di dekat aliran sungai, Doni juga meminta kepala daerah fokus memperhatikan hunian warga yang berada di kemiringan lebih dari 30 derajat. Lokasi tersebut rawan terjadi pergeseran lempeng tanah dan longsor.

Ia pun meminta setiap pemimpin daerah melakukan upaya-upaya latihan kesiapsiagaan, pengecekan alat perlengkapan. Kemudian penyediaan logistik tenda, dapur lapangan, obat-obatan terutama untuk anak dan ibu hamil, serta kaum difabel.

“Termasuk juga menyiapkan tempat-tempat pengungsian sementara, kalau toh terbatas harus ada langkah-langkah berikutnya misalnya menyediakan penginapan,” kata dia.

Selain itu, Doni juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu mewaspadai cuaca ekstrem ini dalam beberapa bulan ke depan dengan sering memantau berita dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Terakhir, Doni mengingatkan masyarakat yang sedang berada di luar rumah untuk menghindar dari pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang akibat angin kencang.

“Selaku kepala BNPB, saya mengajak kepada seluruh masyarakat di berbagai daerah untuk mengikuti informasi BMKG,” pesan Doni.

Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat La Nina di Indonesia. Sebagai langkah antisipasi, ia meminta beberapa sektor telah dipersiapkan betul untuk menghadapi bencana hidrometeorologi.

Jokowi telah meminta jajarannya untuk mengantisipasi dampak dari kenaikan curah hujan akibat fenomena La Nina terhadap sektor perikanan dan perhubungan. Menurut Jokowi, kenaikan curah hujan sebesar 20 persen-40 persen tidak bisa disepelekan. (cnn/nrc)