Korban Penyakit ISPA Terus Bertambah di Pekanbaru

Pekanbaru (Nadariau.com) – Korban penyakit Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), di Kota Pekanbaru terus bertambah setiap hari. Rata-rata sekitar 200 orang korban terjangkit ISPA terus bertambah setiap hari.

Menurut data yang peroleh dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terhitung sejak senin hingga kamis kemaren terdapat sebanyak 703 warga terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Angka penderita ISPA di pekanbaru terus bertambah usai meningkatnya titik api dan semakin tebalnya asap hasil kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Penyebab tingginya kasus ini, selain karena kondisi cuaca di Pekanbaru memasuki musim kemarau, juga akibat kabut asap dampak karthutla di sejumlah kabupaten dan kota Riau yang sudah mulai menyelimuti kota Pekanbaru sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pekanbaru Maisel Fidayesi mengatakan, dari angka tersebut penderita ISPA tertinggi tercatat di usia 14 tahun keatas yaitu 314 penderita.

Sementara untuk penderita ISPA terbanyak kedua terdapat 208 penderita usia 5 hingga 14 tahun ke atas, sedangkan sisanya terdapat diusia 1 sampai 5 tahun.

Maisel memperkirakan penderita ISPA terutama untuk usia di bawah umur akan terus meningkat mengingat kondisi cuaca yang tak menentu ditambah karhutla di sejumlah kabupaten/kota di Riau hingga kini masih berlanjut.

Hal ini dikarenakan kondisi tubuhnya lebih rentan terserang ISPA dari pada orang dewasa.

Tidak semua penderita ISPA ini dampak karhutla, tapi ada banyak faktor juga seseorang terkena ISPA

Untuk itu Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya agar senantiasa bugar dengan mengkonsumsi makan sehat dan rutin berolahraga.

Karena dengan daya tahan tubuh yang lemah, sangat rentan terserang penyakit apalagi dengan terjadinya kabut asap dari karhutla.

Maka kepada masyarakat untuk dapat menghindari kabut asap. Salah satunya dengan mengurangi aktifitas di luar rumah, gunakan masker, jangan membakar sampah. Apabila terjadi gejala ispa, cepat dibawa ke puskesmas.

Selain itu ada beberapa penyakit yang timbul akibat kabut asap yang kembali muncul di Kota Pekanbaru diantaranya asma, paru-paru, jantung dan juga iritasi mata.

Seperti yang diketahui, kabut asap mulai melanda Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir. Selain kualitas udara yang buruk, BMKG bahkan menyebutkan, jarak pandang hanya mencapai 4 kilometer. (son)