Rabu, Mei 6, 2026
BerandaHeadlineBlusukan Spotchek KIS Hingga ke Desa Kuapan

Blusukan Spotchek KIS Hingga ke Desa Kuapan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Untuk memastikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) segmentasi Penerima Bantuan Iuran-Anggaran Pendapatan Belanja Negara (PBI-APBN) telah sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.

Tim spot check Cabang Pekanbaru melakukan kunjungan KIS mulai dari Dusun II Desa Kuapan hingga Dusun IV Desa Kuapan Kabupaten Kampar pada hari Sabtu (06/10/2018) yang lalu. Beberapa dijumpai pemilik kartu KIS sudah meninggal. Ada juga yang mengaku belum menerima kartu KIS tersebut.

Jannatul Aini, salah seorang penerima KIS yang berkesempatan dikunjungi oleh tim spot check mengaku bersyukur berkesempatan menggunakan KIS ini tanpa dipungut biaya apapun.

Tepatnya setahun yang lalu, Aini, panggilannya, awalnya mencoba menggunakan KIS ini ke Puskesmas Tambang. Dengan mengeluhkan rasa nyeri disekitar leher. KIS pun ternyata dapat digunakan. Dengan berbekal rujukan ke rumah sakit di Pekanbaru, Aini mendapat operasi karena didiagnosa mengidap kelenjar getah bening.

”Alhamdulillah. Berkat KIS ini, ya kita ndak ada ngeluarin sepersen pun. Ya paling untuk transportasi ke kota aja,” terang Anggraini, ibu Aini.

Tim spot check melanjutkan perjalanan menuju dusun selanjutnya. Di sini ditemukan peserta yang belum menerima KIS. Berbekal aplikasi Mobile JKN, tim mengecek kepesertaan menggunakan nomor kartu keluarga. Yang bersangkutan benar terdaftar sebagai peserta namun belum menerima KIS. Yang demikian dilaporkan dalam berita acara kunjungan.

Di kunjungan selanjutnya ditemukan penerima KIS yang sudah meninggal. Anggota keluarga yang lain juga sudah mengembalikan kartu saat diberikan dulu. Sekaligus tim melakukan pengecekan terhadap KIS yang diterima anggota keluarga yang lain.

Suni (34) warga Dusun IV Kuapan mengaku tidak bisa menggunakan KIS saat berobat ke salah satu dokter yang kebetulan tidak jauh dari rumahnya. Setelah dicek oleh tim, ternyata fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) memang bukan terdaftar di dokter tersebut.

Oleh tim, Suni disarankan melakukan perubahan data ke kantor. Jika memiliki smartphone, Suni dapat melakukan perubahan FKTP melalui aplikasi Mobile JKN.

”Oh gitu. Selama ini jadinya memang bayar ke dokter itu. Untung ada abang dan kakak ini. Jadi tau kami, kalo ternyata perlu diubah dulu,” lanjut Suni.

Di KIS yang dipegang oleh Suni dan keluarga juga masih belum tertera nomor induk kependudukan (NIK). Tak lupa tim menyarankan untuk sekaligus nanti melakukan perbaharuan data di kantor. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer