Tim Tiger Tangkap Macan Dahan di Inhu

Inhu (Nadariau.com) – Tim Tiger Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Rengat, Kabupaten Inhu, menangkap satu ekor satwa liar jenis Macan Dahan,   Jum’at (20/7/2018) petang.

Kepala BKSDA Wilayah I Rengat, Utomo melalui Humas BKSDA Wilayah I Rengat Parlindungan Lubis menjelaskan, bahwa keberadaan hewan langka berkelamin jantan dewasa diketahui berada di bawah kolong rumah milik warga Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat sejak Jum’at siang.

Dengan dibantu sejumlah personel dari Koramil 01/Rengat, Polres Inhu, KPBD Inhu dan Upika Rengat, akhirnya hewan buas tersebut berhasil ditangkap.

Proses penangkapan memakan waktu selama empat jam, menggunakan jaring dan kerangkeng besi.

“Semua jalan untuk lolos sudah ditutup dengan jaring dan hanya satu pintu kita buat ke arah pintu masuk kerangkeng. Sehingga hewan tersebut dapat ditangkap dalam keadaan sehat dan tidak terluka sedikitpun,” jelas Parlindungan Lubis.

Penemuan hewan buas dilindungi ini atas laporan warga kepada Babinsa Kelurahan Kampung Dagang dan selanjutnya dilaporkan kepada BKSDA Wilayah I Rengat.

Setelah hewan tersebut berhasil diamankan, tim Tiger pada Jumat malam juga membawanya ke BKSDA Riau di Pekanbaru.

Menurut Parlindungan, sengaja hewan langka tersebut diserahkan ke BKSDA Riau agar kondisi hewan tersebut baik-baik saja dan dapat dirawat dan kemudian dilepaskan ke habitatnya.

“Kalau siang hari kita bawa hewan itu akan stres, makanya kita bawa malam ini juga ke Pekanbaru,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Parlindungan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu didalam proses penangkapan dan hewan itu tidak terluka sedikitpun meski sudah berjam-jam lamanya dilihat warga tapi warga tidak ada melukainya.

Ditambahkannya, bahwa selama ini kerap terjadi konflik antara hewan liar dilindingi dengan masyarakat.

Hal itu disebabkan semakin berkurangnya wilayah habitat hewan liar yang selama ini hidup didalam hutan. Dengan beralih fungsi kawasan hutan menjadi lahan perkebunan membuat ruang gerak hewan liar semakin sempit, sehingga terjadi konflik antara manusia dengan hewan liar.

“Kita berharap agar konflik hewan liar dengan manusia tidak pernah terjadi lagi seperti ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang tidak melukai Macan Dahan yang telah kita amankan tadi,” pungkasnya. (dan)