Pekanbaru (Nadariau.com) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau memusnahkan barang bukti hasil pengungkapan 22 kasus narkotika yang disita dari tangan 24 tersangka.
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu, ekstasi, ganja hingga liquid mengandung etomidate.
Kepala Bagian Pengawasan Penyidikan (Kabag Wassidik) Ditresnarkoba Polda Riau, AKBP Edi Munawar, mengatakan barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan sejumlah kasus narkotika yang telah memiliki penetapan dari pengadilan.
“Pengungkapan yang rekan-rekan media saksikan ini merupakan hasil kerja Direktorat Narkoba Polda Riau dari 22 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 24 orang,” kata AKBP Edi.
Adapun barang bukti yang dimusnahkan meliputi 5.226,74 gram sabu, 3.191 butir ekstasi, 743 cartridge liquid etomidate, serta 812,2 gram ganja.
Menurut AKBP Edi, keberhasilan penyitaan barang bukti tersebut telah mencegah puluhan ribu masyarakat menjadi korban penyalahgunaan narkotika.
“Dari barang bukti yang berhasil diamankan ini, kita dapat menyelamatkan sekitar 32.704 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Selain itu, nilai ekonomis seluruh barang bukti yang berhasil disita diperkirakan mencapai Rp8,48 miliar. Jika berhasil beredar di masyarakat, barang haram tersebut berpotensi menimbulkan dampak sosial yang besar.
Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, termasuk Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 111 ayat (1), dan Pasal 132 ayat (1). Selain itu, tersangka yang terlibat dalam peredaran liquid etomidate juga dikenakan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“Ancaman hukumannya sangat berat, mulai dari pidana penjara maksimal 20 tahun, penjara seumur hidup hingga pidana mati,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyoroti tren peredaran narkotika yang mulai bergeser. Jika sebelumnya pengungkapan didominasi sabu, kini aparat menemukan peningkatan kasus liquid mengandung etomidate yang dikonsumsi melalui rokok elektrik atau vape.
“Memang ada sedikit perubahan tren. Kalau dulu pengungkapan banyak sabu, sekarang mulai bergeser ke etomidate atau liquid cair. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” pungkasnya.(sony)


