Hari Kebangkitan Nasional bagi Alfa Syahputra, Hindarilah Perang Saudara

Alfa Syahputra Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP)

[divide]

Rohul (Nadariau.com) – Hari Kebangkitan Nasional yang biasa dirayakan seluruh bangsa Indonesia pada 20 Mei mengingatkan kepada dua peristiwa penting.

Yaitu Berdirinya Boedi Oetomo Pada 20 Mei 1908 dan Ikrar Sumpah Pemuda Pada 28 Oktober 1928, diperingati karena rakyat Indonesia merupakan bangsa yang besar dan tidak melupakan sejarah.

Selalu bercermin kepada sejarah dan pada hari kebangkitan nasional bangsa akan mendapat banyak pelajaran yang berharga.

“Semoga dengan memperingati Hari Kebangkitan Nasional, persatuan dan kesatuan kita tetap terjaga. Hubungan silaturahmi semakin meningkat, sehingga tidak adanya perpecahan antara kita bangsa Indonesia,” kata Alfa, Minggu (20/05/2018).

Alfa Syahputra memaknai hari kebangkitan Nasional, selain mengingat jasa para pahlawan dan tidak melupakan sejarah, rakyat juga perlu memperkuat silaturahmi.

Serta menjujung tinggi rasa persatuan dan kesatuan, agar tidak mudah terpecah belah.

Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) semester 8 Fakuktas Ekonomi Prodi Manajemen ini menilai, sekarang bangsa Indoensia sudah mulai goyah. Karena atas kepentingan kelompok yang saling menyalahkan, mengkritisi tanpa adanya sebuah solusi atau jalan keluar dalam mengatasi persoalan.

Oleh sebab itu, hindarilah perang saudara jangan sampai terjadi. Karena akan mengakibatkan kehancuran bagi bangsa ini.

Rakyat boleh beradu argumen, berbeda pendapat. Tapi jangan sampai ada terjadi perang saudara yang menumbuhkan rasa kebencian dan keruntuhan bangsa.

“Jangan saling menghujat, mari wujudkan rasa kekeluargaan, cerdas dalam bersikap bijak dalam mengambil kebijakan serta hindari konflik,” ucap Alfa. (Alfa)