Kebudayaan Dumai Akan Dijadikan Muatan Lokal

Cerita rakyat Putri Tujuh adalah suatu cerita yang mengisahkan meningggalnya tujuh orang putri dari sebuah kerajaan yang ada di kota Dumai pada masa lalu.

Kurikulum Baru

Dumai (nadariau) – Kebudayaan Kota Dumai akan dijadikan sebagai muatan lokal dalam kurikulum tahun ajaran baru 2017/2018. Untuk itu, sekarang Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Dumai sedang mendata jenis-jenis kebudayaan yang di kota minyak tersebut.

Selain kebudayaan, Disdikbud Dumai juga mendata jenis kesenian dan benda bersejarah. Termasuk sejarah daerah juga dikumpulkan. Sehingga pelajar bisa mengetahui bagaimana kebiasaan serta kebudayaan Melayu pada masa dulunya.

“Kita sedang mengumpulkan data seluruh jenis kebudayaan, seni dan sejarah daerah Dumai untuk disusun menjadi materi muatan lokal dalam kurikulum baru. Tujuannya agar masyarakat bisa mengenal lebih dekat sejarah Melayu mulai sejak dibangku sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, Syaari, Rabu (08/02/2017).

Syaari menjelaskan, pasca perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai tanggal 1 Januari 2017, Dinas Pendidikan bergabung dengan Kebudayaa. Oleh sebab itu, jenis kebudayaan, kesenian dan sejarah daerah menjadi tanggungjawab dinas pendidikan kedepan.

Kebudayaan ini akan diajarkan disekolah sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan lokal. Materi pembelajaran akan dibedakan mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Hal ini diberikan sesuai dengan kemampuan daya tangkap anak.

Penerapan nilai kebudayaan ini tidak saja diajarkan kepada pelajar saja, tetapi juga diwajibkan kepada seluruh pegawai pemerintahan Kota Dumai. Seperti budaya berpakaian, berbicara, etika dan tatakrama dalam pelayanan disetiap instansi masing-masing.

Dengan mengangkat budaya Melayu, Dumai bisa memperlihatkan daerah Melayu sebenarnya. Sebab, selain diperlihatkan dari sisi budaya dan tatakrama kehidupan sehari-hari, juga dari Sumber Budaya Manusia (SDM) yang handal dalam mengetahui sejarah Melayu.

“Jadi kita sangat serius melaksanakan program muatan lokal dan penerapan budaya melayu kepada seluruh pegawai diseluruh instansi pemerintahan di Dumai. Agar nuansa Melayu bisa dihidupkan kembali disini,” jelas Syaari. (iwn)