Pecandu Narkoba Bisa Konseling dengan BNNP Riau Diareal Car Free Day

Kepala BNNP Riau, Kombes Pol Drs Wahyu Hidayat (tengah) bersama jajaran berfoto bersama seusai melakukan senam bersama masyarakat di area car free day, Pekanbaru, Riau.

Rutin Setiap Minggu

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kepala BNNP Riau, Kombes Pol Drs Wahyu Hidayat menegaskan, narkoba akan merusak tubuh manusia. untuk itu jangan pernah mencoba-coba mengkosumsi narkoba supaya tidak kecanduan, yang berakibat kepada keselamatan masa depan dan nyawa manusia.

Untuk mengentaskan pengaruh narkoba di Riau, BNNP menyiapkan posko konseling, cek darah, dan pengaduan di area car free day. Pelayanan ini rutin dilaksanakan setiap minggu, supaya dapat membantu masyarakat dalam setiap keluhannya tentang narkoba.

“Setiap pengaduan melalui konseling akan dikembangkan dilapangan. Pengembangannya yaitu dalam bentuk pembinaan dan meminta korban narkoba melakukan rehabilitasi. Sehingga mereka bisa sehat kembali tanpa pengaruh narkoba,” kata Wahyu dalam kegiatan senam bersama BNNP di Jalan Diponegoro, Minggu (05/02/2017).

Wahyu menjelaskan hari ini senam bersama masyarakat dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia oleh BNN, BNNP dan BNNK. Lokasi senam sengaja di pilih ditempat keramaian diantaranya areal car free day.

Melalui kegiatan senam bersama, masyarakat bisa dekat dengan BNNP, sehingga memudahkan melakukan pengaduan, jika diri pribadi, keluarga atau lingkunganya ada yang menggunakan narkoba. Sehingga BNNS segera bisa menindaklanjuti dengan cepat.

“Tujuan senam bersama adalah sebagai wadah mensosialisakan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Sehingga BNN bersama masyarakat dan pemerintah bisa sama-sama anti Narkoba,” jelas Wahyu .

Sementara kabid cegah dan dayamas bnnp riau Hj mulsyelvia BA mengatakan, Presiden Jokowi sudah menyatakan bahwa Indonesia sudah darurat narkoba. Oleh sebab itu, BNNP terus berusaha mencegah dan memberantas narkoba dengan berbagai program.

Diharapkan melalui kegiatan senam bersama, peserta senam bisa mendapat pencerahan tentang bahaya narkoba. Sehingga masyarakat lebih bisa membentengi diri dari berbagai bujuk rayu serta jenis narkoba yang belum dilihat oleh manusia awam. Sebab jenis narkoba ini sangat banyak dan memiliki warna berbeda-beda.

Melalui program pencegahan peredaran gelap narkoba, mayarakat yang menjadi korban narkoba atau keluarga korban bisa melapor kepada BNNP untuk melakukan pembinaan maupun melakukan rehabilitasi. Karena pengguna atau korban narkoba memiliki hak yang sama untuk hidup. Maka BNNP maupun penegak hukum wajib melakukan pembinaan terhadap korban, agar bisa sehat jiwa dan raga.

“Setiap korban melapor ke BNNP tidak pernah diabaikan, karena mereka juga memiliki hak untuk hidup. Kepada masyarakat yang tidak menggunakan narkoba jangan pernah mencoba-coba, tetapi cobalah hidup sehat tanpa narkoba,” pesan Mulsyelvia. (ind)