Persada Bunda Pekanbaru Yudicium 420 Mahasiswa

Sekretaris Yayasan Pendidikan Persada Bunda, Didi Y Fikri memberikan kata sambutan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Yayasan Pendidikan Persada Bunda Pekanbaru, kembali menggelar yudicium mahasiswa semester ganjil tahun akademik 2016-2017. Kali ini, sebanyak 426 orang mahasiswa program Studi Strata Satu (S1) dan Diploma Tiga (D-III) lulusan Sekolah Tinggi di lingkungan Yayasan Persada Bunda Pekanbaru di yudicium.

Acara yudicium di laksanakan di Gedung Kampus Persada Bunda, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (04/02/2017) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Acara yudicium dihadiri dosen, pegawai dan mahasiswa.

426 lulusan dengan perincian D III Bahasa Asing 2 orang, D III Akuntansi 8 orang, S1 Manajemen 296 orang, S1 Ilmu Hukum 42 orang, S1 Ilmu Komunikasi 39 orang dan S1 Bahasa Asing 39 orang lulusan ini dikukuhkan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Persada Bunda, H Haznil Zainal, didampingi ketua STIH, Dr Irfan Ardiansyah, Ketua STISIP, Agustin Basriani, serta didampingi ketua STIBA, Lely Zuyana Asril.

Ketua Yayasan Pendidikan Persada Bunda, H Haznil Zainal dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada peserta Yudicium yang telah berusaha dan berprestasi selama kurang lebih 3 tahun bagi mahasiswa Prodi D-III dan kurang lebih 4 tahun bagi mahasiswa S-1.

Kepada seluruh peserta yudicium Hazni juga mengamanahkan tiga harapan kepada mereka. Pertama, Ilmu Allah itu sangat luas, apabila saudara merasa belum cukup dengan ilmu yang sudah anda dapatkan, silahkan memikirkan studi lanjutan apakah itu S2 atau hingga S3.

Kedua, Ilmu itu akan lebih bermakna jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, Selama empat tahun saudara mengabdikan diri sebagai hamba ilmu, maka sudah selayaknya ilmu itu menjadi pelita hidup.

Ketiga, Ilmu adalah modal dalam rangka menuju manusia sebagai khalifah Allah. Jadi, perlu diingat bahwa ilmu yang paling baik adalah ilmu yang mampu memberikan perubahan ke arah lebih baik dan selalu dan selalu seimbang antara jasmani dan rohani.

“Dengan dikukuhkannya para mahasiswa/i Sekolah Tinggi Persada Bunda Pekanbaru ini, maka saudara-saudara resmi menyandang gelar Sarjana dan semoga anda bisa menjalankan proses pembelajaran lanjutan dengan baik,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Persada Bunda, H Haznil Zainal .

Sementara, Sekretaris Yayasan Pendidikan Persada Bunda, Didi Y Fikri, dalam sambutanya juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudicium. Kepada peserta yudicium Didi juga berpesan untuk tidak lupa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berterimakasih kepada orangtua/wali maupun orang-orang terdekat yang telah membantu menyelesaikan studi mereka selama lebih dari 4 tahun.

Dirinya juga mendoakan kepada para peserta agar dimudahkan dalam rezeki dan jodoh. Kemudian bagi yang belum punya pekerjaan agar bisa segera mendapat pekerjaan dan yang belum memiliki pasangan agar lekas menemukan jodohnya.

Kemudian Didi berpesan kepada para peserta bahwa sebagai alumni mereka harus senantiasa selalu mengembangkan keilmuan yang telah didapatkan selama menempuh studi.

“Selamat kepada para mahasiswa yang telah di yudisium pada saat ini. Diharapkan dengan lulusan kali ini, akan menambah daya saing bagi setiap lulusan dalam bekerja,” kata Didi.

Terakhir, Didi menegaskan bahwa lulusan Sekolah Tinggi Persada Bunda harus terdepan dalam menjadi manusia yang berkarakter, atau dengan istilah lain terdepan dalam menjadi individu yang berkepribadian terpuji.

“Alumni Sekolah Tinggi Persada Bunda telah tersebar di mana-mana dan diharapkan kepada seluruh alumni untuk terus belajar lebih baik melalui pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi maupun non formal karena tantangan yang dihadapi sangat berat apalagi setelah berada di masyarakat,” katanya.

Dalam sambutanya, Didi menjelaskan bahwa perserta yudisium kali ini merupakan yang terbanyak dalam 2 tahun terahir. Selain itu juga pada yudisium kali ini juga ada hal yang special, dimana yang pertama STIH Persada Bunda telah berhasil meraih akreditasi B, dan yang kedua Ketua STIH, Dr Irfan Ardiansyah, baru saja memperoleh gelar Doktor dalam bidang Hukum.

“Kegiatan yudicium dan penyumpahan ini merupakan salah satu persyaratan untuk mengikuti proses wisuda yang akan datang. Dimana kegiatan Yudisium ini merupakan proses akademik yang menyangkut penerapan nilai kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik,” kata Didi.

Yudisium juga berarti pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang telah di ambil mahasiswa dan penetapan nilai dalam transkrip akademik, serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu, yang ditetapkan oleh pejabat berwenang yang dihasilkan dari keputusan rapat yudisium.(son)