Diskes Riau Siapkan 551 Pcs Masker Antisipasi Serangan Asap

Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2017, di ruang Kenanga kantor gubernur Riau.
Pekanbaru (Nadariau.com) – Dinas Kesehatan (Diskes) Riau ikut proaktif dalam mengantisipasi serangan kabut asap. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyiapkan sebanyak 551 pcs masker.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir mengatakan, hal itu diperlukan sebagai langkah antisipasi jika serangan kabut asap menyerang Riau. Nantinya masker tersebut dapat didistribusikan kepada masyarakat jika Riau kembali terpapar asap.
”Langkah persiapan memang dilakukan sejak dini. Hal tersebut juga bagian dari dukungan Diskes terhadap gerak cepat dalam memberikan pertolongan dari bencana yang saat ini menjadi perhatian. Tentunya kita juga melakukan persiapan. Seperti untuk masker itu sudah kami lakukan sejak awal-awal tahun lalu. Yang jelas, jika Februari, seperti yang diprediksikan sebelumnya, asap akan menyerang, kami sudah antisipasi untuk pelayanan kesehatannya,” tuturnya pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2017, di ruang Kenanga kantor gubernur Riau, Jumat (13/01/2017).
Selain itu, langkah dukungan juga dilakukan dengan menginventarisir jumlah penderita ISPA. Data tersebut akan dilaporkan secara berkala di Pemprov Riau, diharapkan angka karhutla tidak terjadi ditahun 2017.
“Semua pihak harus bersama sama menyatukan gerak langkah dalam hal menjadikan  Riau bebas asap tahun 2017 dan tahun-tahun berikutnya,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi.
Rakor tersebut dihadiri oleh Kapolda Riau,Irjen Pol Zulkarnain, Danrem 031/WB, Brigjen TNI Nurendi, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma Henri Alfiandi, Danlanal Dumai Kolonel Muhammad Risahdi, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger,Kejati Riau serta Kepala BPBD kabupaten kota se Riau , Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, dan jajaran Forkopimda Provinsi Riau.
Dalam rakor tersebut membahas tindak lanjut dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) di Riau terkait penanggulangan
Karhutla di Riau tahun ini. Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain mengatakan hingga saat ini penegakan hukum terhadap sejumlah
korporasi yang diduga terlibat dalam kasus Karhutla akan tetap menjadi hal utama.
“Penegakan hukum tidak akan main main dalam kasus karhutla ini,” kata Kapolda.
Sementara itu, Danrem 031 Wirabima Nurendi menuturkan, seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan satgas pencegahan karhutla harus bergotong-royong menjaga daerah dan lingkungan sekitarnya. Diantaranya dengan bertindak cepat jika terjadi kebakaran di sekitar tempat tinggalnya.
Dengan demikian, ulang tahun asap di Riau dapat digagalkan untuk kedua kalinya. Ia pun mengimbau agar satgas pencegahan karhutla tidak lengah dan cepat berpuas diri dengan hasil pencapaian tahun lalu.
Kemudian Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau,kembali menuturkan bahwa, ‎sejauh ini ada beberapa kabupaten sudah terdapat titik api seperti Rokan Hilir, Kuantan Sengingi, Rokan Hulu dan beberapa daerah lainnya.
“Rata-rata kan sudah ada daerah yang ada titik api, dan sudah sah kalau ditetapkan status darurat karhutla. Jadi ada 1 atau 2 saja, kita dari Provinsi Riau tentu akan menetapkan status siaga darurat,” kata Sekda, usai rakor karhutla 2017.
Dari status tersebut, lanjut Sekdaprov Riau, Pemprov Riau nantinya akan memberdayakan seluruh potensi yang ada untuk bergerak dalam pencegahan. (sny)