Senin, Mei 11, 2026
BerandaIndeksEkonomiDemo Ricuh, FPPDP Riau Minta OJK Batalkan Dirut Diduga Terlibat Kredit Fiktif

Demo Ricuh, FPPDP Riau Minta OJK Batalkan Dirut Diduga Terlibat Kredit Fiktif

Pekanbaru (Nadariau.com) – Forum Pemuda Pejuang Dunia Pendidikan Provinsi Riau (FPPDP) Riau Kembali melaksanakan aksi demo terkait pemilihan calon Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepri Syariah.

Sebelumnya, FPPDP Riau telah melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau. Kini FPPDP Riau melaksanakan aksi di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, puluhan masa aksi tampak hadir di depan Kantor OJK Riau, Senin (11/12/2023) sekitar pukul 13.50 Wib.

Dalam orasinya, Ketua Umum FPPDP Riau Panglima Mahardika menyampaikan, bahwa aksi unjuk rasa kali ini perihal 2 nama dari 3 calon Dirut Bank Riau Kepri Syariah diduga terlibat dalam dugaan kasus kredit fiktif pada terdakwa Nogleng.

“Ini aksi unjuk rasa kedua kami, setelah sebelumnya kami telah melakukan aksi di gerbang Kantor Gubernur Riau. Kali ini kami menaruh harapan masyarakat Riau itu di OJK. Jangan sampai Bank Riau Kepri kami, di pimpin oleh orang – orang yang terlibat kasus kredit Fiktif pada Nogleng,” sorak Ketua FPPDP Riau.

Meskipun sempat diwarnai Ricuh dengan aparat dikarenakan Pihak OJK Riau lama keluar menemui massa, aksi unjuk rasa tetap berjalan lancar. Ketua FPPDP Riau berharap OJK Riau serius menangani persoalan dugaan kasus kredit Fiktif pada Nogleng ini, terlebih Panglima Mahardika dan Aliansi Mahasiswa Gerak telah melaporkan ini ke OJK Tahun 2020 lalu

“Kita sebenarnya sudah suarakan kasus ini berkali – kali. Pertama kita sudah suarakan di Kantor Gubernur Riau beberapa bulan lalu. Kedua kita sudah surati OJK RI di Jakarta. Terlebih lagi 3 tahun lalu kita sudah laporkan terduga kasus kredit Fiktif ini ke OJK Riau yang saat itu berkantor di Jalan Arifin Ahmad. Namun ketika kami tagih saat audiensi sekitar sebulan yang lalu, OJK Riau justru meminta kami mengirim laporan ulang dengan alasan pindah kantor, kan lucu OJK ini, serius apa tidak menangani kasus calon Dirut dan Nogleng ini,” ujar Panglima Mahardika.

Ketua FPPDP Riau menyampaikan bahwa Ini bukan aksi unjuk rasa yang terakhir, FPPDP Riau akan terus menyuarakan ini jika ternyata calon yang ditetapkan adalah terduga kasus kredit Fiktif.

“Diantara calon tersebut, ada yg saat terjadi dugaan kredit Fiktif kami duga menjabat sebagai Pimpinan Divisi manejemen Resiko, ini posisi strategis. Jika yang terpilih nantinya adalah terduga kasus kredit Fiktif, maka kami akan menyuarakan ini dengan massa yg lebih banyak lagi,” tegas Panglima Mahardika. (olo)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer