Pekanbaru, Nadariau Com – Tim Pengabdian FK UNRI dengan Kukerta Integrasi melakukan survei mengenai faktor resiko stunting secara door to door pada ibu hamil dan ibu menyusui.
Hal itu dilakukan mereka lantaran masalah anak pendek (stunting) adalah salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia. Bahkan, Masalah anak pendek (stunting) juga merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang.
Dosen pembimbing lapangan (DPL) FK UNRI Ridha Restila, M.KM didampingi ketua pengabdian FK UNRI
dr. Suyanto, MPH., Ph.D melalui ketua kelompok KKN FK UNRI M . Alif Dzakwan mengatakan, bahwa stunting itu menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental.
” Menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK,” jelasnya melalui handphone kepada media ini Rabu 02 Agustus 2023.
M. alif juga menuturkan, Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka stunting di Kabupaten Kampar selama 3 (Tiga) tahun terakhir 2019, 2020 dan 2021 menunjukkan bahwa terjadi penurunan prevalensi stunting dari 32,99 % (tahun 2019) , pada tahun 2020 prevalensi 23,07% , dan pada tahun 2021 terjadi peningkatan prevalensi yaitu 25,7 %.
” Namun Peningkatan prevalensi ditahun 2021 setelah di evaluasi kasus stunting menurun menurut jumlah anak. Dan salah satu Desa di Kabupaten Kampar yaitu Desa HangTuah sebanyak 41 kasus dan penyebab dari stunting di desa ini adalah faktor pola pengasuhan yang kurang baik,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut kata M. Alif Tim Pengabdian FK UNRI bersama dengan Kukerta Integrasi melakukan survei mengenai faktor resiko stunting secara door to door pada ibu hamil dan ibu menyusui dimulai dari 19 Juli 2023 di desa Hangtuah ke beberapa rumah yang ada SP 1 dan SP 2, Desa HangTuah, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar.
” Kegiatan survei ini dilakukan dengan mewawancarai ibu hamil dan ibu menyusui serta memberikan edukasi dan pil tablet tambah darah bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang kadar Hb nya dibawah normal,” ucapnya.
Lanjut Alif, Kegiatan survei ini mendapat respon yang positif baik dari ibu hamil / ibu menyusui dan ibu-ibu kader. Namun dengan adanya survei secara door to door, ibu hamil itu bisa segera mengubah pola pikir dan pola asuh agar bayi yang lahir tidak menjadi stunting, untuk ibu menyusui yang mempunyai balita stunting bisa segera memperbaiki, baik itu pola pikir, pola asuh, pola makan, sanitasi dan lain-lain.
” Sedangkan untuk ibu kader dapat mengetahui dan mendata ibu hamil dan ibu menyusui yang memenuhi faktor risiko stunting untuk menekan angka stunting di Desa HangTuah. Diharapkan dengan kegiatan tersebut ibu hamil dan ibu menyusui yang memenuhi faktor risiko stunting dapat segera di tangani agar tidak berkelanjutan.” Pungkasnya.(Said)***


