Rokan Hilir, Nadariau Com – Viral di medsos Facebook terkait diduga penambahan pembangunan disamping Kelenteng”ING HOK KING”memakan bodi jalan.
Hal itupun membuat warganet resah lantaran jalan yang setiap hari dilalui oleh masyarakat dengan berbagai Kenderaan semakin sempit atau mengecil.
Akibatnya justru berbagai komentar yang dilontarkan para netizen dikolom Facebook itu, bahkan ada yang berkomentar semakin tertutup jalan itu nanti.
Di ketahui bahwa jalan disamping
Kelenteng “ING HOK KING” itu merupakan pusat perkotaan BaganSiapi-Api yang merupakan ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Bahkan, jalan itu 24 jam tempat lalu lalang masyarakat dengan melakukan berbagai aktivitas dari segala penjuru khususnya di wilayah ibu kota Rokan Hilir.
Menanggapi keresahan warganet itu Camat Bangko Aspri Mulya S.STP sigap turun kelokasi bersama tim untuk memastikan kebenaran terkait penambahan pembangunan disebelah Kelenteng “ING HOK KING” itu.
Camat Bangko turun bersama Satpol PP, Dishub dan pihak perizinan, menanyakan langsung dengan pengurus Kelenteng “ING HOK KING” itu sendiri.
Kata Camat Bangko Aspri Mulya S.STP bahwa penambahan pembangunan disamping Kelenteng “ING HOK KING”
itu hanya sementara waktu saja untuk pembuatan kapal bakar tongkang sampai selesai.
” Karena biasanya pembuatan kapal bakar tongkang di buat di ruko sebelah Kelenteng “ING HOK KING” akan tetapi dikarenakan ruko tersebut digunakan untuk tempat ibadah sebelum rehab Pekong selesai dikerjakan, namun selesai acara bakar tongkang bangunan di samping Kelenteng “ING HOK KING” ini di bongkar kembali,” Jelasnya Selasa 23 Mei 2023, di Bagansiapi-Api.
Dikatakan Camat Bangko bahwa dirinya sudah meinstruksikan pengurusnya buat sepanduk permintaan maaf agar masyarakat mengerti bahwa penambahan pembangunan disamping Kelenteng “ING HOK KING”memakan bodi jalan itu untuk sementara saja.
Menurutnya, pihaknya sudah menjumpai langsung pengurusnya, bahwa penambahan pembangunan disamping kelenteng itu hanya tempat pembuatan kapal bakar tongkang menjelang pelaksanaan bakar tongkang selesai.
” Bangunannya memang terbuat dari kayu, tapi pada intinya pemerintah daerah siap mendukung kegiatan bakar tongkang karena ini merupakan salah satu Iven nasional apa lagi sudah hampir 3 tahun tidak terlaksana kan akibat Covid – 19,” Pungkasnya.(Said)***


