Selasa, Maret 10, 2026
BerandaIndeksDiduga Ada Permainan PPDB 2022, AMRAS Akan Gelar Aksi Demo di Kantor...

Diduga Ada Permainan PPDB 2022, AMRAS Akan Gelar Aksi Demo di Kantor Gubri

Pekanbaru (Nadariau.com) – Aliansi Mahasiswa Riau Anti Suap (AMRAS) Riau, Selasa (11/10/2022) depan, berencana akan menggelar aksi demontrasi di kantor gubernur Riau (Gubri) mendesak Gubri, Syamsuar untuk mencopot sekretaris dan Kabid SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, terkait dugaan keterlibatan jual beli bangku sekolah saat PPDB 2022.

Koordinator Aksi AMRAS Riau, Edi Kurniawan mengatakan, pihaknya menemukan adanya permainan sekretaris Disdik dalam dugaan jual beli bangku sekolah saat PPDB kemarin, hal ini berdasarkan hasil investigasi pihaknya di salah satu sekolah SMK di kota Pekanbaru.

“Disekolah tersebut banyak kami temukan rekomendasi dari Kabid SMK dan sekretaris dinas pendidikan. Dimana, kuat dugaan adanya unsur jual beli bangku karna apa yang menjadi dasar rekom itu, kenapa tidak di publis ke publik bahwasanya sekretaris dan Kabid SMK bisa membantu masyarakat dan ini perlu gubri membentuk tim agar kedepan PPDB kacau balau ini tidak terulang kembali,” kata Koordinator Aksi AMRAS, Edi Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (06/10/2022)

Edi Kurniawan menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, bahwa sekretaris Disdik Riau pernah mengirim pesan WhatsApp kepada salah satu kepsek untuk memasukkan siswa dan nanti ada yang menyusul lagi untuk di masukkan sehingga ini diduga ada kesepakan jahat antara sekretaris dengan pihak tertentu untuk memasukkan siswa melalui jalur belakang.

“Bukti chat tersebut udah kami siapkan untuk kami jadikan bukti agar gubri bisa mengambil tindakan tegas kepada sekretaris Disdik dan Kabid SMK yang menurut kami mengeluarkan rekomendasi tersebut,” katanya.

Besok, lanjut Edi Kurniawan, pihaknya berencana akan memasukkan surat pemberitahuan aksi ke Polresta Pekanbaru.

“Tentunya dengan di gelarnya aksi ini dan adanya bukti salah kirim chat WhastApp tersebut dapat kami jadikan sebagai bukti kepada gubri saat aksi besok dan gubri dapat membentuk tim investigasi agar kesalahan PPDB tahun ini tidak terulang kembali terjadi setiap tahunnya. Disamping itu gubri juga harus mengambil tindakan tegas kepada kedua pimpinan di Disdik tersebut, karna kami duga Kabid SMA yg sekaligus ketua PPDB udah di copot gara gara carut marutnya PPDB tahun ini padahal masih ada pihak yang di duga memanfaatkan momen PPDB ini yang belum di tindak,” kata Edi Kurniawan.(olo)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer