Kamis, Maret 5, 2026
BerandaHeadlineLayanan Non Tatap Muka BPJS Kesehatan Masih Jadi Primadona Masyarakat

Layanan Non Tatap Muka BPJS Kesehatan Masih Jadi Primadona Masyarakat

Pekanbaru (Nadariau.com) – Layanan non tatap muka masih menjadi pilihan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik, termasuk layanan BPJS Kesehatan. Selain disebabkan wabah Covid-19 yang belum berakhir, layanan non tatap muka masih dipilih karena dianggap lebih praktis dan efisien. Masyarakat tak perlu mendatangi instansi terkait untuk mendapatkan layanan.

Cukup dari rumah saja, asal punya peranti atau perangkat elektronik seperti telepon genggam atau komputer dan jaringan internet, masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan publik.

Kanal pelayanan administrasi melalui WhatsApp yang dikenal dengan PANDAWA, kini semakin menjadi primadona. Disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Nora D. Manurung, bahwa sepanjang tahun 2021, pemanfaatan kanal ini menunjukkan kenaikan yang signifikan.

“Hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dengan total mencapai 71.071 transaksi. Layanan yang ditawarkan melalui Pandawa mencakup hampir seluruh layanan, seperti layanan pendaftaran baru, penambahan dan/atau pengurangan anggota keluarga, reaktivasi kartu, ubah jenis kepesertaan, perubahan data, hingga perubahan kelas. Sementara jumlah peserta yang mengakses aplikasi Mobile JKN hingga Desember 2021 se-wilayah Cabang Pekanbaru mencapai 213.144 transaksi,” terang Nora.

Nora menjelaskan, BPJS Kesehatan memang tak henti-hentinya berinovasi, mengembangkan berbagai solusi demi memberikan pelayanan prima kepada peserta baik dalam mengakses layanan administrasi maupun layanan kesehatan.
BPJS Kesehatan tak berhenti dengan aplikasi Mobile JKN yang masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di tahun 2018. Di tahun 2019, ada Integrated System for Traffic Accidents (INSIDEN) yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang mana merupakan aplikasi kolaborasi bersama PT Jasa Raharja (Persero) dalam memberikan kemudahan layanan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Menutupi tahun 2021 dengan apik, BPJS Kesehatan masuk dalam jajaran Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji dengan inovasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK).

Arvand (31), salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang kini telah beralih kepesertaan menjadi Pekerja Bukan Penerima Upah/Bukan Pekerja (PBPU/BP), mengakui kemudahan yang ditawarkan oleh Mobile JKN. Tak ingin kesulitan bila suatu hari harus memanfaatkan Program JKN-KIS, ia segera melakukan peralihan jenis kepesertaan melalui Mobile JKN.

“Tinggal gunakan fitur Ubah Data Peserta lalu ikuti saja instruksi yang diarahkan oleh aplikasi. Namun memang perlu memperhatikan beberapa hal, seperti pastikan kita sudah login ke aplikasinya, baru nanti muncul pilihan-pilihan fitur. Lalu pastikan juga jaringan stabil dan status kepesertaan sebelumnya, yakni sebagai karyawan sudah dinonaktifkan oleh kantor,” terangnya. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer