KUANSING (NadaRiau.com)-Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan Ketua dan Anggota DPRD Kuantan Singingi (Kuansing) ke beberapa Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) dinilai petani sawit hanya sia sia dan tidak memberikan hasil. Hal itu dilihat dari harga TBS di benerapa perusahaan di Kuansing hingga Jumad (13/05/2022) ini semakin Anjlok.
Hal tersebut di ungkapkan salah seorang petani sawit dari Kota Taluk Kuantan, dikatakannya, turunnya harga TBS ini merupakan imbas dari kebijakan presiden, untuk itu ia meminta agar anggota dewan untuk tidak sidak karena tidak akan memberikan solusi.
“Jangan la turun dewan lagi, nantik tambah turun harga sawitnya, karen solusinya, buka kran ekspor, otomatis harga sawit akan berangsur naik,” ungkapnya
Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Kuansing Muslim yang saat itu ikut melakukan sidak dikonfirmasi menyatakan, kedatangan pihaknya ke lokasi perusahaan tersebut untuk meninjau permasalahan turunnya harga TBS tersebut.
“Sidak kita kemarin untuk meninjau permasalahan di lapangan, dan kata perusahaan tuturnya harga itu karna penumpukan bahan baku dan CPO yang tidak bisa di ekspor,” ungkap Muslim
Lanjut muslim, untuk masalah turunnya harga TBS, pihaknya di DPRD tidak mempunyai kewenangan untuk mempertanyakan langsung ke dinas perkebunan provinsi Riau.
“Untuk masalah turunya harga TBS perlu diketahui kita DPRD tidak mempunyai kewenangan untuk mempertanyakan turunya harga tersebut ke disbun, jadi kunjungan kemarin itu hanya sebatas pemantauan permasalahan di lapangan,” ungkapnya
Berdasarkan pantauan harga sawit di PT GSL Kabupaten Kuansing.
Harga PT.GSL kemarin tgl 12-05-2022
– DO. TE menjadi Rp 1.940 (-130)
– DO. RKD menjadi Rp 1.970(-130)
– DO. M2N menjadi Rp 1.990 (-130)
Harga PT.GSL hari ini tgl 13-05-2022
– DO. TE menjadi Rp 1.640 (-300)
– DO. RKD menjadi Rp 1.670 (-300)
– DO. M2N menjadi Rp 1.690 (-300). (DON)


