Kualalumpur (Nadariau.com)-Musibah banjir yang menimpa beberapa wilayah di Terengganu, menggerakkan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) UniSZA untuk bergabung dalam acara volunteer guna membantu korban banjir. Beberapa anggota berparisipasi dalam “Misi Banjir Terengganu” yang diorganisir oleh Majlis Perwakilan Pelajar (MPP) Universiti Sultan Zainal Abidin, Misi ini dimulai Rabu, (02/03/2022).
Pelajar Indonesia turut serta membantu membersihkan rumah warga dan sekolah yang terdampak banjir di Kuala Berang. Pada kesempatan ini, bertepatan dengan kedatangan Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sobri Yakub, untuk mengunjungi para korban banjir. Para anggota PPI UniSZA pun sempat berfoto bersama.
Misi Banjir Terengganu ini diagendakan secara berkelanjutan, seperti dipaparkan oleh Ketua MPP UniSZA, Faris, “Misi Banjir ini akan kita lakukan secara berseri, sekitar ada tiga seri,” ungkapnya melalui pertemuan virtual.
Seperti seri kedua yang dilakukan Sabtu, 05 Maret 2022, dengan mengerahkan sekitar 100 warga UniSZA, termasuk anggota PPI UniSZA. Semuanya dibagi ke dalam tiga tim untuk membersihkan tiga sekolah kebangsaan yang berada di Kuala Berang.
Misi berseri ini dijalankan karena Kondisi banjir kali ini lebih buruk dari banjir-banjir sebelumnya, dikirakan 70 persen korban banjir kehilangan harta-benda dari rumah mereka: peralatan-peralatan dapur rusak, TV, kulkas, lemari, mobil, dan lain sebagainya. Ini disebabkan banjir yang tinggi hingga dua meter. Begitu pula dengan sekolah-sekolah.
Ketua PPI UniSZA, Sar’in, yang turut dalam Misi Banjir Terengganu, merasa prihatin menyaksikan kondisi sekolah yang terdampak. Ia pun bersemangat dan bahagia bisa membantu membersihkan area pendidikan korban banjir, “alhamdulillah, senang rasanya bisa membantu, sembari berbicara dengan sukarelawan yang lain, tak terasa, area sekolah bersih kembali,” ucap Mahasiswa Fakultas Kontemporer Islam ini. Selanjutnya, seri Misi Banjir Terengganu akan terus berlanjut, menyasar daerah terdampak lainnya. (Release)


