Pekanbaru (Nadariau.com) – Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan makin dirasakan kehadirannya oleh masyarakat Indonesia.
Kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan tanpa mengkhawatirkan biaya menjadi alasan utama masyarakat mempercayakan jaminan kesehatannya dengan program Pemerintah ini.
Sebagaimana Fanny (35), seorang Peserta JKN-KIS yang saat dijumpai Tim Jamkesnews sedang menunggu antrean di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru tak ragu berbagi pengalamannya selama memanfaatkan Program JKN-KIS. Fanny telah menjadi Peserta JKN-KIS sejak tahun 2014 melalui tanggungan suaminya yang bekerja di Jamsostek.
Diceritakan olehnya, tahun 2015 yang lalu Fanny sempat menjalani operasi benjolan yang berada di dadanya. Saat itu hasil diagnosa dokter dinyatakan bahwa bejolan itu merupakan fibroadenoma mammae (FAM) yang termasuk sejenis tumor jinak. Fanny bersyukur sebab operasi tersebut berjalan dengan lancar tanpa harus memikirkan biayanya.
“Sejak saya sadar dengan benjolan yang terdapat pada dada saya, saya segera melakukan pemeriksaan dan meminta rujukan untuk dioperasi. Hal itu karena saya sangat takut jika dibiarkan akan berdampak bahaya untuk tubuh saya,” ucap Fanny.
Selama menerima perawatan di rumah sakit, Fanny pun mengaku mendapat pelayanan yang baik, termasuk pengobatan hingga kontrol pasca operasi.
“Sampai kontrol pun masih menggunakan BPJS (Kesehatan – red) dan tak mengalami kesulitan apapun dalam hal pengurusan dan biaya,” lanjutnya.
Kini Fanny beserta keluarga besarnya sudah tak ragu lagi dalam menggunakan Program JKN-KIS. Sebab, orang tua Fanny pun menggunakan program ini untuk pengobatan diabetes yang diderita orang tuanya.
“Tanpa program yang diselenggarakan oleh BPJS (Kesehatan – red) ini mungkin akan banyak orang yang mengalami kesulitan dalam hal biaya. Program inilah yang menjadi harapan kita untuk memperoleh kesejahteraan di bidang kesehatan. Karena saat sekarang yang semuanya serba mahal, sakit mahal, tidak ada yang murah,” tutur Fanny.
Fanny juga berharap semoga program ini dapat selalu menjadi jawaban dari setiap harapan masyarakat Indonesia. Serta dapat terus menjadi lebih baik lagi ke depannya. (alin)


