Pekanbaru (Nadariau.com) – Kepala Bidang statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Agus Nuwibowo mengatakan, Provinsi Riau pada April 2019, mengalami Inflasi sebesar 0,53 persen.
Hal ini terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan, yang mengalami inflasi sebesar 1,82 persen dengan andil inflasi sebesar 0,43 persen.
Sementara komoditas utama yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, petai dan lain-lain.
Kemudian inflasi terjadi pada kelompok kesehatan yakni sebesar 1,63 persen dengan andil sebesar 0,08 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dengan andil sebesar 0,05 persen.
“Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,05 persen dengan andil sebesar 0,01 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen dengan andil sebesar 0,003 persen,” kata Agus melalui rilis resminya, Kamis (02/05/2019).
Disisi lain, ada dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi. Yaitu
kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami deflasi sebesar -0,18 persen dengan andil deflasi sebesar -0,04 persen. Dan kelompok sandang sebesar -0,005 persen dengan andil deflasi sebesar -0,0003 persen.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada April 2019 di Riau terjadi inflasi sebesar 0,53 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,30 pada Maret 2019 menjadi 137,02 pada April 2019.
“Untuk tingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 0,24 persen, sedangkan Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun / Year on Year sebesar 1,64 persen,” ujar Agus.
Selanjutnya untuk Kota-Kota besar di Sumatera, bahwa dari 23 yang melakukan penghitungan, pada April 2019, semua kota mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 1,30 persen, diikuti oleh Kota Sibolga sebesar 1,15 persen dan Kota Tanjung Pandan sebesar 1,14 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,16 persen.
“Dari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan, Pangkal Pinang dan Bandar Lampung. Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut Tembilahan urutan ke-4, Pekanbaru urutan ke-14, dan Dumai beradapada urutan ke-20,” jelas Agus. (ind)


