Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaHeadlineRapat Pleno Ulang Pilkades Bonai Rohul Ricuh

Rapat Pleno Ulang Pilkades Bonai Rohul Ricuh

Rohul (Nadariau.com) – Rapat Pleno ulang suara Pemilihan Kepala Desa (Kades) Bonai Kecamatan Bonai Darussalam digelar di halaman Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berlangsung ricuh.

Kericuhan diawali protes, Harpani calon Kades Bonai yang kalah pihaknya menolak dilakukan pembukaan kotak suara untuk dilakukan perhitungan suara ulang di enam TPS saat Pilkades serentak gelombang II pada 12 Desember 2018, pada Senin (11/02/2019) sore.

Kericuhan tersebut berawal ketika panitia Pilkades Bonai memaksa untuk membuka kotak suara hasil Pilkades pada (12/12/2018) lalu.

Karena calon Kades nomor urut dua menurutnya pelaksanaan Pilkades Bonai penuh kecurangan yang dilakukan oleh calon Kades petahana yaitu Rais AM. Akibat protes tersebut kericuhanpun tidak terelakkan hingga terjadi adu mulut dan saling dorong.

Kericuhan didalam rapat pleno tersebut tidak berlangsung lama. Karena massa langsung diamankan oleh Satpol PP dan pihak Polres Rohul.

Meski perhitungan suara diprotes ketiga calon Kades yang kalah, namun perhitungan suara tetap dilakukan Panitia Pilkades Bonai dan disaksikan Panwas Desa Bonai, Camat Bonai Darussalam Basri, Panita Pilkades tingkat kabupaten, Kepala Satpol PP Andi Anto, Kadis PMPD Margono dan puluhan personil Satpol PP dan kepolisian Polres Rohul.

Dari perhitungan ulang suara atau pleno ulang Pilkades yang dilaksanakan ditingkat kabupaten, calon Kades nomor urut 1 juga petahana Rais AM tetap meraih suara terbanyak yakni 577 suara.

Selanjutnya calon Kades Bonai nomor urut 2 Harpani meraih 465 suara, nomor urut 3 Harmaini meraih 118 suara. Sedangkan calon Kades Bonai nomor urut empat Hermanto meraih 534 suara. Sementara Total suara sah di enam TPS 1.694 suara dan suara tidak sah 41 suara.

Ketua Panitia Pilkades Bonai, Irwan Sayup mengatakan pleno sengaja dilakukan di Kantor Satpol PP dan Damkar Rohul, karena sesuatu hal yang tidak bisa dilakukan ditingkat desa dan tingkat kecamatan.

“Untuk mengantisipasi hal yang yang tidak diinginkan maka kita lakukan rapat pleno di kabupaten. Supaya rapat pleno bisa berjalan aman dan lancar,” kata Irwan.

Sementara calon Kades yang kalah, Arpani mengatakan, bahwa pelaksanaan Pilkades Bonai penuh dengan kecurangan yang dilakukan tim petahana. Termasuk mendatangkan pemilih luar untuk mendukung dirinya agar kembali terpilih sebagai Kades Bonai.

“Meskipun pleno ulang tetap dilaksanakan kami masyarakat Bonai menolak, Rais AM sebagai kepala desa Bonai. Karena pelaksanaan Pilkades tidak sportif,” kesalnya.

Sedangkan Kades petahana, Rais AM yang menang dalam pelaksanaan Pilkades pada (12/02/2018) lalu mengungkapkan, soal Pilkades Bonai dirinya pasrah kepada Allah SWT. Ia berterima kepada masyarakat yang sudah mempercayakan dirinya untuk memimpin Desa Bonai lima tahun kedepan.

“Saya hanya bisa menunggu bagaimana peraturan dan aturan mainnya. Namun pada pelantikan Kades tahap pertama beberapa waktu lalu saya tidak bisa dilantik karena pleno belum dilaksanakan,” tutur Rais. (Tra)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer