Minggu, Maret 22, 2026
BerandaAdvertorialKeterbatasan Anggaran Tak Surutkan Semangat dan Prestasi Pelajar di Kabupaten Bengkalis

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Semangat dan Prestasi Pelajar di Kabupaten Bengkalis

Bengkalis (Nadariau.com) – Meski terjadi keterbatasan anggaran di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis tahun 2018 akibat defisit anggaran daerah, namun hal ini tidak menyurutkan semangat para pelajar untuk mengukir prestasi di tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Baik itu prestasi akademik maupun non akademik. Karena prestasi inilah yang selalu ditorehkan oleh para siswa tingkat dasar maupun tingkat pertama.

Tahun ini sangat banyak sekali sekolah-sekolah dari Kabupaten Bengkalis yang sudah mengirimkan anak didiknya untuk mengikuti lomba-lomba ditingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional bahkan ditingkat internasional.

Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi suatu kendala bagi sekolah untuk mengirimkan siswanya dalam mengikuti lomba-lomba akademik maupun non akademik untuk terus menggali prestasi siswa.

Disisi lain sekolah juga terus melakukan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler. Agar mereka tetap berprestasi, sebab prestasi anak itu sangatlah penting dalam dunia pendidikan.

Dengan prestasi tersebut, tentunya akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia bilamana pendidikan tersebut memiliki sistem yang berkualitas dan relevan dalam pembangunan.

Plt Kadisdik Kabupaten Bengkalis Edi Sakura

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura SPd MPd menyebutkan, bahwa dengan keterbatasan anggaran semua sekolah harus bisa meningkatkan prestasi siswa, baik itu dibidang akademik maupun non akademik.

Diakuinya juga, terkadang sekolah itu lemah dalam memberikan proses pembelajaran dan mereka harus bisa bangkit dengan melaksanakan kegiatan – kegiatan ekstra kulikuler.

Memang dalam pendidikan, selain pretasi akademik, bidang olahraga juga digalakkan.

‘’Kita sangat berharap kepada guru olahraga maupun kepala sekolah untuk melakukan kerjasama dengan KONI maupun dinas Parawisata, Olahraga dan Kepemudaan,’’ harap Edi.

Edi Sakura juga berharap kedepannya supaya olahraga dan semua stakeholder agar bisa meningkatkan prestasi pendidikan secara terus menerus.

“Oleh sebab itu, semua kegiatan KKG juga sudah diatur dalam penggunaan sebagian dana. Kalau dana tersebut tidak digunakan maka itu wajib dikembalikan,” pintanya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Pinggir, Peppy Sumanti SH.

Terkait masalah prestasi anak-anak sekolah, baik itu tingkat dasar maupun tingkat pertama itu memang menjadi suatu perhatian bagi korwil.

‘’Kita juga selalu mengimbau kepada guru olahraga maupun kepala sekolah untuk terus meningkatkan prestasi anak, baik itu prestasi di bidang akademik maupun dibidang non akademik.

“Kita juga minta kalau ada siswa yang memiliki bakat baik itu dibidang olahraga maupun bidang akademik untuk terus mengemblengnya agar bakat tersebut bisa disalurkan dengan baik,’’ pintanya.

Korwil Disdik Kecamatan Mandau, Drs Nasrizal

Hal serupa juga disampaikan oleh Korwil Disdik Kecamatan Mandau, Drs Nasrizal bahwa untuk meraih prestasi tingkat nasional itu memang membutuhkan waktu dan proses yang panjang.

Namun hal ini tidak segampang apa yang dipikirkan, apalagi dengan keterbatasan anggaran. Meski demikian sebagai Korwil tetap selalu mensuport dan mendukung kepada semua sekolah yang mengikuti ivent-ivent di tingkat nasional.

Kedepannya, Korwil bersama guru olahraga dan kepala sekolah akan terus bekerja keras untuk mengikuti ivent-ivent yang ada.

‘’Saya juga berharap kepada kepala sekolah, kalau ada undangan lomba-lomba, baik itu ditingkat provinsi maupun nasional agar memberitahukan kepada Korwil dan semua sekolah harus bisa meningkatkan prestasi siswa,’’ tegas mantan kepala SMAN 1 Pinggir ini.

Plt Kadisdik Bengkalis Edi Sakura menyerah penghargaan kepada siswa dan siswi SMPN 1 Pinggir yang berprestasi.

Diantara prestasi non akademik tingkat nasional telah dibuktikan oleh siswa SMP Negeri 1 Pinggir yang berada di Desa Muara Basung pada tahun 2017 lalu di dengan memperoleh medali emas.

Adapun lomba yang diikuti oleh siswa tersebut adalah Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang dipusatkan di Surabaya bidang musik tradisional.

Kepala SMPN 1 Pinggir, Syahniar SPd menjelaskan, saat dia menjadi kepala sekolah sudah ada beberapa prestasi siswa yang diraih oleh anak didiknya. Selain prestasi tingkat nasional, prestasi tingkat provinsi juga selalu diraih oleh siswanya.

Jadi untuk terus mempertahankan prestasi ini, sekolah dalam hal ini terus berupaya mengadakan lomba-lomba disekolah dengan tujuan untuk mengimbangi prestasi akademik dan non akademik.

Masih kata Syahniar, memang benar untuk mengirimkan siswa dalam mengikuti lomba-lomba tingkat nasional itu membutuhkan anggaran.

Akan tetapi dengan keterbatasan anggaran tersebut yang namanya prestasi tetap harus ditingkatkan.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga dalam hal ini selalu memberikan dukungan dan suport terhadap anak-anak yang meraih prestasi dengan memberikan bantuan dana.

‘’Saya juga berharap kepada anak-anak disini agar terus meningkatkan prestasi yang sudah ada. Prestasi yang diraih anak-anak ini juga tidak terlepas dari didikan Bapak Isnadi selaku guru kesenian. Mudah-mudahan kedepannya siswa SMPN 1 Pinggir bisa mengikuti event ditingkat internasional,’’ harapnya.

Bambang Salah satu peserta dari lima orang siswa yang ikut FLS2N tingkat nasional mengatakan, bahwa dirinya baru kali ini mengikuti lomba FLS2N tingkat nasional di Surabaya.

Awalnya ia bersama timnya juga tidak menyangka kalau musik tradisional yang dimainkannya itu bisa memukau semua tim juri serta pengunjung yang hadir.

‘’Saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih banyak kepada kepala sekolah dan Bapak Isnadi yang selalu membimbing kami dibidang kesenian ini hingga tingkat nasional,’’ tuturnya.

Kepala SMPN 1 Pinggir, Syahniar SPd, menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi.

Amrul yang merupakan kepala sekolah SD Negeri 25 Pinggir yang berada di Dusun Air Hitam juga mengatakan, bahwa memang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan eksra kulikuler di sekolah itu membutuhkan anggaran.

Terkadang sekolah terkendala dianggaran setiap akan mengikuti kegiatan lomba, namun hal itu bukan menjadi persoalan. Yang penting anak-anak mau ikut, pasti ada jalan keluarnya.

“Seperti awal tahun 2018 ini, murid SD yang diutus untuk mengikuti lomba Olimpiade Sain Matematika (O2SN) dilaksanakan di SDS IT Mutiara telah berhasil meraih juara I. Prestasi ini sangat membanggakan sekolah dan daerah,’’ ujarnya. (Adv/Disdik/nto)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer