Rabu, September 2, 2026
BerandaIndeksPendidikanTelkom University Berdayakan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia melalui AI dan Digital...

Telkom University Berdayakan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia melalui AI dan Digital Marketing

 

Kuala Lumpur-Nadariau.com — Telkom University melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Internasional menyelenggarakan SMART Migrant (Sustainable Migrant Advancement through Resilience, Marketing, and AI Transformation) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia pada 23–25 Juli 2026.

Program ini terselenggara melalui kolaborasi Telkom University, APERTI BUMN, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Abdimas Telkom University yang terdiri atas Isman Kurniawan, Ph.D., selaku Kepala Bagian Jurnal, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Ratna Komala Putri, dan Dr. Maria Sugiat.

SMART Migrant dirancang sebagai program pemberdayaan yang mengintegrasikan keilmuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dan Marketing dengan lima fokus utama, yaitu Artificial Intelligence (AI), employee well-being, stress management and resilience, career planning, serta digital marketing and personal branding.

Melalui program ini, peserta memperoleh pembekalan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, praktik, dan pendampingan. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, mendukung proses pembelajaran, menghasilkan konten digital, serta mengembangkan ide dan peluang usaha. Selain itu, peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan terkait pengelolaan stres, penguatan resiliensi, perencanaan karier, serta strategi digital marketing dan personal branding.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi diskusi maupun praktik. Interaksi yang berlangsung menunjukkan tingginya ketertarikan peserta untuk memahami dan mengimplementasikan teknologi digital dalam kehidupan maupun pengembangan karier dan usaha.

“Melalui SMART Migrant, kami ingin mendorong PMI untuk terus mengembangkan human capital, beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI, memiliki perencanaan karier yang lebih baik, serta memanfaatkan peluang ekonomi digital untuk meningkatkan kemandirian,” ujar Dr. Ratna Komala Putri.

Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program, SMART Migrant juga diarahkan pada pembentukan SMART Migrant Community sebagai wadah pembelajaran, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antar-PMI. Komunitas ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang memungkinkan peserta untuk terus mengembangkan kompetensi dan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh setelah kegiatan berakhir.

Kolaborasi antara Telkom University, APERTI BUMN, KBRI Kuala Lumpur, dan SIKL diharapkan dapat memperluas dampak program pemberdayaan PMI di Malaysia, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi, daya saing, resiliensi, dan kemandirian ekonomi Pekerja Migran Indonesia di era transformasi digital.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer