Kuansing (Nadariau.com) –Tim Gabungan Dit Polairud Polda Riau bersama Polres Kuantan Singingi (Kuansing) terus menggencarkan penertiban aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) melalui Operasi PETI Merah Putih Kuantan.
Hingga hari ke-10 pelaksanaan operasi, tim gabungan telah memusnahkan 436 unit rakit PETI yang ditemukan di sejumlah lokasi serta mengamankan 15 orang tersangka untuk menjalani proses hukum.

Direktur Polairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto mengatakan operasi tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas aktivitas penambangan ilegal yang dinilai berdampak serius terhadap kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat.
“Operasi ini merupakan langkah konkret Polda Riau dalam menjaga ekosistem wilayah dan memutus mata rantai penambangan ilegal. Hingga hari ke-10 pelaksanaan, tim gabungan telah berhasil memusnahkan sebanyak 436 unit rakit PETI dengan cara dihancurkan dan dibakar di lokasi, serta mengamankan 15 orang tersangka untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kombes Apri Fajar Hermanto, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, penindakan tidak hanya menyasar sarana penambangan yang berada di lokasi, tetapi juga diarahkan untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik aktivitas PETI, termasuk pemodal maupun mereka yang diduga memberikan fasilitas terhadap kegiatan ilegal tersebut.
Seluruh tersangka yang telah diamankan diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk pasal-pasal terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara (minerba).
“Kami tidak ingin penindakan hanya berhenti pada pekerja di lapangan. Pengembangan akan terus dilakukan untuk mengungkap siapa saja yang berada di balik aktivitas PETI ini, termasuk pihak yang memberikan modal maupun fasilitas,” tegasnya.
Kombes Apri juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan keuntungan sesaat dari aktivitas penambangan emas ilegal. Selain melanggar hukum, kegiatan PETI dinilai dapat merusak lingkungan dan mencemari aliran sungai.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi tergiur melakukan penambangan emas secara ilegal. Mari bersama-sama menjaga kelestarian bumi Lancang Kuning,” kata Kombes Apri.
Sementara itu, pada hari ke-10 Operasi PETI Merah Putih Kuantan, tim gabungan kembali melakukan penindakan di wilayah hukum Polsek Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing, Senin (10/8/2026).
Operasi tersebut dipimpin langsung Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto bersama Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana.
Tim menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat konsentrasi aktivitas PETI. Dari hasil penyisiran, ditemukan puluhan rakit PETI yang dalam kondisi tidak sedang beroperasi.
Meski tidak sedang digunakan, keberadaan rakit dan peralatan penambangan tersebut tetap ditindak karena berpotensi kembali digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal.
Dari sejumlah lokasi yang disisir, petugas menemukan rakit PETI di antaranya di belakang Kantor Camat Singingi Hilir, belakang UPTD Puskesmas Koto Baru, serta belakang SMAN 1 Koto Baru.
Secara keseluruhan, sebanyak 81 unit rakit PETI beserta peralatan pendukungnya dimusnahkan di lokasi atau in-situ. Pemusnahan dilakukan dengan cara merusak dan membakar sarana penambangan tersebut.
Penindakan melibatkan personel gabungan dari Brimob Polda Riau, Dit Samapta Polda Riau, Satreskrim dan Satuan Samapta Polres Kuansing.
Kombes Apri Fajar Hermanto menegaskan, Polda Riau akan terus melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI yang dinilai merusak ekosistem dan mencemari lingkungan.
“Polri tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas penambangan liar yang merusak ekosistem lingkungan dan mencemari aliran sungai di Riau. Penindakan akan terus dilakukan secara tegas dan terukur,” pungkasnya.
Operasi PETI Merah Putih Kuantan menjadi salah satu langkah Polda Riau dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak aktivitas penambangan emas ilegal.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Polda Riau dalam memegang teguh prinsip Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.(sony)


