Kamis, Agustus 27, 2026
BerandaHeadlineHari ke-12, Satgas Karhutla Fokus Dinginkan 9 Hektare Lahan Gambut di Rimbo...

Hari ke-12, Satgas Karhutla Fokus Dinginkan 9 Hektare Lahan Gambut di Rimbo Panjang

Kampar (Nadariau.com) – Memasuki hari ke-12 penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Satgas Karhutla gabungan masih berjibaku melakukan pendinginan di lahan gambut yang terbakar di wilayah Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.

Dari total sekitar 13 hektare lahan yang terdampak kebakaran, sebanyak 8 hingga 9 hektare telah berhasil didinginkan. Petugas kini masih fokus menangani sisa area yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Kapolres Kampar AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang mengatakan, hingga tiga hari terakhir tidak ditemukan lagi titik api aktif. Meski demikian, kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali memicu kebakaran.

“Alhamdulillah, titik api sudah tidak ada lagi dalam tiga hari ini. Namun, proses pendinginan tanah gambut memang menghasilkan asap yang sangat tebal karena ini bagian dari proses penurunan suhu tanah,” kata AKBP Boby, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, asap tebal yang masih terlihat di lokasi bukan menunjukkan adanya titik api baru, melainkan merupakan bagian dari proses pendinginan lahan gambut. Karena itu, personel tetap disiagakan untuk memastikan tidak terjadi munculnya kembali api.

“Dari total 13 hektare yang terbakar, sekitar 8 hingga 9 hektare sudah selesai didinginkan,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 283 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Kekuatan tersebut terdiri dari 150 personel Polres Kampar yang diperkuat personel Brimob Polda Riau, BPBD Kabupaten Kampar, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, serta kelompok relawan pemadam api.

Selain mengandalkan personel, Satgas juga mengerahkan alat berat untuk membuat sekat dan membatasi area terdampak agar potensi penyebaran api dapat ditekan.

Penanganan karhutla sebelumnya sempat terkendala krisis air pada hari pertama. Namun, kondisi tersebut kini diantisipasi dengan membangun sejumlah infrastruktur darurat di sekitar lokasi kebakaran, di antaranya sekat kanal dan embung yang dimanfaatkan sebagai sumber pasokan air untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

“Selain kita melakukan proses pendinginan, ini kita juga dengan sarana dan prasarana yang ada, yaitu berupa alat berat, kita melakukan sekat batas,” ungkap Boby.

Satgas Karhutla memastikan pemantauan dan pendinginan terus dilakukan hingga kondisi lahan benar-benar aman. Langkah tersebut penting untuk mencegah bara yang masih berada di dalam lapisan gambut kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

Dengan tidak ditemukannya titik api aktif dalam tiga hari terakhir, Satgas berharap penanganan di Rimbo Panjang segera dituntaskan, sekaligus memastikan ancaman karhutla tidak kembali meluas.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer