Senin, Juli 6, 2026
BerandaUncategorizedPenerima Award Umroh UMRI Sangat Terharu dan Bersyukur Bisa Ketanah Suci

Penerima Award Umroh UMRI Sangat Terharu dan Bersyukur Bisa Ketanah Suci

Pekanbaru (Nadariau.com) – Award Umroh tidak hanya sekedar pemberian penghargaan. Namun Award Umroh adalah jembatan bagi umat muslim menuju Tanah Suci Makkah dan memenuhi Panggilan Allah SWT.

Meski memiliki harta banyak jika tidak ada Panggilan, maka seorang muslim tidak akan pernah menginjakkan kakinya disana. Namun jika sudah ada Panggilan, seorang miskin pun bisa bersujud dihadapan Kakbah dan menjalankan rukun haji dan/atau umroh dengan sempurna.

“Tiada kata – kata selain bersyukur kami ucapkan kepada Allah SWT atas Panggilan -Nya ke Tanah suci, melalui penghargaan Award dari Universitas Muhammadiya Riau (UMRI). Meski semua orang ingin sampai kesana, namun jika tidak ada Panggilan, maka kita tidak akan bisa menghadap Kakbah secara langsung,” kata Wartawan (Jurnalis) penerima Award Umroh UMRI, Alin Indra Jaya dari Media Nadariau.com, di Hari Puncak Milad UMRI ke-18, pada Sabtu (27/6/2026).

Selain Alin Indra Jaya, UMRI juga memberikan award kepada Prof Dr Jufrizal Syahri MSi (Dosen Prodi Kimia, juga menjabat sebagai Wakil Rektor dan Profesor kedua di UMRI). Kemudian, Dr Risnal Diansyah SKom MTI (Dosen Prodi Sistem Informasi, Ketua Satuan Penjaminan Mutu).

Selanjutnya, Anto Rianto (Tenaga Kependidikan, Staf Biro SDM dan Umum, Koordinator Driver, Tenaga Kependidikan Senior), Sutrisno (Security) dan Alifa Wahdini (Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Mahasiswa Berprestasi)

Pada momen bahagia ini, penghargaan umroh juga diberikan kepada Nadya Rezeki Ananda SPd MPd, (Guru Muhammadiyah Kota Pekanbaru yang berprestasi). Hadiah Umroh diberikan oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan dilantik dalam Kabinet Merah Putih Prabowo – Gibran yaitu Dzulfikar Ahmad Tawalla.

“Umroh ini adalah penghargaan yang paling tertinggi dan berharga bagi kita. Karena jika harus mengumpulkan uang untuk berangkat ke tanah suci, belum tentu kita mampu. Namun melalui penghargaan di Milad UMRI ke 18 kita bisa terpanggil menghadap Kakbatullah. Saya sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada UMRI,” kata Sutrisno, Security di Kampus UMRI dengan rasa terharu.

c83fb-whatsapp-image-2026-06-27-at-22.58.33-1-
Penerima Award Umroh UMRI.

Puncak milad UMRI dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Penasihat Presiden RI Bidang Haji Prof Dr H Muhadjir Effendy MAP, Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI Cecep Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau Ir H M Taufik Oesman Hamid, MT.

Kemudian Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA, Ketua Badan Pembina Harian Umri Prof Dr HM Nazir MA., jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau beserta Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Riau, pimpinan perguruan tinggi, mitra strategis serta tamu undangan lainnya.

Selain wartawan dan tenaga pendidik, UMRI juga memberikan penghargaan kepada lima tokoh bangsa dan Muhammadiyah melalui Achievement Award dan Anugerah Sang Penggerak sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, kontribusi dan keteladanan mereka dalam memajukan pendidikan, Persyarikatan Muhammadiyah, serta perkembangan UMRI.

Achievement Award diberikan kepada Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Muhadjir Effendy dan mantan Gubernur Riau sekaligus Dewan Penyantun UMRI Brigjen TNI (Purn) H Saleh Djasit SH.

Dalam pidatonya, Prof Muhadjir Effendy mengapresiasi kemajuan pesat UMRI yang di usia 18 tahun telah dipercaya pemerintah membuka Fakultas Kedokteran.

“Kepercayaan ini menunjukkan kualitas UMRI sekaligus menjadi kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya pemenuhan kebutuhan dokter di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Saleh Djasit mengaku terharu menerima penghargaan tersebut. Menurutnya, apa yang telah ia lakukan untuk UMRI tidak sebanding dengan apresiasi yang diterimanya.

“Saya sangat mengagumi kepemimpinan Dr Saidul Amin. Di bawah kepemimpinan beliau, UMRI berkembang sangat cepat dan luar biasa,” ungkapnya.

Selain itu, Anugerah Sang Penggerak dianugerahkan kepada tiga tokoh Muhammadiyah yang memiliki jasa besar dalam sejarah berdiri dan berkembangnya UMRI. Yakni almarhum H Radja Roesli, BA, pelopor pendidikan tinggi Muhammadiyah di Riau H Abdul Karim Salim, yang berperan dalam pengembangan Kampus UMRI. Serta Prof Dr H Muchtar Achmad MSc, yang memperkuat kaderisasi Muhammadiyah dan mendorong transformasi perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Riau.

Menurut Rektor UMRI Dr Saidul Amin, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas warisan perjuangan para tokoh yang telah meletakkan fondasi dan mengantarkan UMRI hingga menjadi salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang berkembang pesat di Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi kepada insan terbaiknya, UMRI juga menyerahkan reward berupa umroh gratis kepada civitas akademika berprestasi yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan (security), Media Center, serta dosen yang berhasil meraih jabatan akademik Guru Besar. Program ini menjadi tradisi tahunan UMRI sebagai penghargaan atas dedikasi, loyalitas dan prestasi dalam memajukan institusi.

Melalui Milad ke-18, Umri meneguhkan tekad untuk terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif dan berdaya saing. Sekaligus memperluas kontribusinya melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta kolaborasi yang berkelanjutan.

“Semangat ‘Tumbuh Berdampak untuk Semesta’ menjadi energi bersama dalam mewujudkan UMRI sebagai kampus berkelas internasional yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat dan kemanusiaan,” kata Saidul Amin. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer