Kamis, Juli 2, 2026
BerandaUncategorizedCalon Penghulu Bagan Jawa "Mengukir" Sejarah Tidak Mengambil Gaji & Tunjangan Selama...

Calon Penghulu Bagan Jawa “Mengukir” Sejarah Tidak Mengambil Gaji & Tunjangan Selama Menjabat

Rokan Hilir ( Nadariau Com ) – Inilah Sejarah  Baru terukir dalam Kontestasi PilPeng semenjak terbentuknya Kabupaten Rokan Hilir, dimana Kandidat Calon Penghulu Bagan Jawa Zulpakar, SE, M.Si melakukan komitmen tidak mengambil Gaji dan Tunjangan selama menjabat sebagai Penghulu dan dituangkan dalam Surat Pernyataan diatas materai 10.000,- dengan keyakinan penuh, atas kemauan sendiri, sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

Calon Penghulu Bagan Jawa Zulpakar, SE, M.Si  menepis tudingan dari Bakal Calon Penghulu lain dengan menyebarkan berita hoak dan menggiring opini bahwa salah satu komitmen Zulpakar, SE, M.Si yang mengatakan tentang “Gaji dan Tunjangan tidak diambil, dengan komitmen itu Bakal Calon lain merasa ” Kepanasan” alias “Angek-angek adang”dengan mengatakan komitmen itu tidak benar, serta membangun opini di  tengah-tengah masyarakat. Pernyataan Calon lain tersebut dianggap  belum siap untuk bersaing dalam Kontestasi pilpeng Bagan Jawa yang akan datang, ungkap Zulpakar

Setelah media ini mengkonfirmasi kepada beberapa masyarakat Bagan Jawa Bapak Nurdin Selamat menanggapi Komitmen ini, mereka sangat antusias mendengarnya.

” Ini baru betul-betul Calon Penghulu yang sebenarnya, yang lain hanya retorika dan tidak mempunyai program yang jelas, tapi ini bisa diterima masyarakat,”  pungkas nya kamis 02 Juli 2026.

Senada masyarakat Bagan Jawa  Bapak Sutiyo juga mengatakan, bahwa mereka siap memobilisasi masyarakat untuk memenangkan Zulpakar, karena dari semua Program Visi Misi nyata dan masuk akal, dan pasti terealisasi,.

” Kita tidak sekedar cerita Kedai Kopi, Zulpakar, SE, M.Si berkomitmen untuk memberikan seluruh gaji dan tunjangan jika dirinya diberikan amanah untuk memimpin sebagai Penghulu Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir,” Jelasnya.

Sementara itu Calon Penghulu Bagan Jawa Zulpakar bersedia untuk tidak menerima dan melepaskan hak atas Gaji dan Tunjangannya yang menjadi haknya sebagai Penghulu Bagan Jawa, dan ini adalah wujud  nyatanya sebagai Pengabdian Kepada Masyarakat Bagan Jawa.

” Adapun Gaji dan Tunjangan yang menjadi hak saya tersebut, saya serahkan ke dalam Kas Kepenghuluan guna untuk kepentingan sosial masyarakat Kepenghuluan Bagan Jawa, diantara nya memberikan bantuan sosial secara materil dan finansial kepada masyarakat kurang mampu, janda kurang mampu, fakir miskin, masyarakat lansia, anak yatim piatu, anak terlantar, masyarakat ditimpa kemalangan (sakit/meninggal), masyarakat yang buat hajatan (sedekah/pesta kawinan) dan bantuan sosial lainnya.” ujarnya.

IMG-20260702-WA0081
Surat pernyataan diatas matre

Langkah ini merupakan rasa Kepedulian Zulpakar untuk seluruh lapisan Masyarakat Kepenghuluan Bagan Jawa, Menurutnya soal Program, Visi dan Misi apa lagi Pelayanan untuk masyarakat sudah pasti di prioritaskan karena itu adalah Tonggak Tata Kelola Pemerintahan Kepenghuluan, bahkan tambah nya lagi segala bentuk dalam mengurus administrasi pemerintahan Kepenghuluan tidak dikenakan biaya alias gratis.

” Jadi apapun ceritanya jika saya diberikan amanah oleh Masyarakat Bagan Jawa sebagai Penghulu diajang pilpeng nanti Komitmen saya dapat dipertanggungjawabkan kepada pemilik suara masyarakat Bagan Jawa” tegasnya.

Menariknya lagi Zulpakar bukan hanya sekedar Kata-Kata apalagi Omon-Omon tetapi Keseriusan tersebut dituangkan dalam “Surat Pernyataan” Tidak Menerima Gaji & Tunjangan” selama menjabat sebagai Penghulu Bagan Jawa.

Ini adalah bukti Pengabdian yang nyata untuk masyarakat Bagan Jawa, bukan seperti Bakal Calon Penghulu lainnya yang hanya berkutat dan mengharapkan dana DD/ADD, tetapi Zulpakar mempunyai Kerangka Pemikiran yang luas mencari sumber dana lainnya untuk menambah Kas Kepenghuluan.

Momentum ini tentu saja bukan sekedar omon-omon doank melainkan rill karena menurut Zulpakar janji adalah hutang dan di pertanggung jawabkan seutuhnya kepada Masyarakat Bagan Jawa dan kepada Allah SWT.

Disamping itu Zulpakar juga berkomitmen dan berjanji kepada masyarakat Bagan Jawa jika amanah yang suci itu di berikan kepada dirinya memimpin desa Bagan Jawa, akan memberikan Tata Kelola Pemerintahan Kepenghuluan yang baik, transparan, adil dan merata.

Bahkan, beliau juga berjanji akan melakukan perubahan total dengan menciptakan pemerintahan Kepenghuluan yang stabil, Bersinergi dengan Mitra Kepenghuluan yaitu BPKep dalam setiap mengambil Saran dan tindakan agar tercipta Pemerintahan Kepenghuluan yang baik.

” Yang kita tau selama beberapa tahun kebelakang ini selalu saja antara Pemerintahan Kepenghuluan dan BPKep saling tuding menuding, saling sikut menyikut, saling salah menyalahkan, itu tidak boleh terjadi lagi, dan saya akan jamin kekompakan antara Pemerintah Kepenghuluan dan BPKep selaras dan sejalan sebagaimana yang diharapkan Masyarakat Bagan Jawa, agar bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik dan dengan mengedepankan untuk kesejahteraan masyarakat,” Ungkapnya.

Dalam rangka untuk Mensejahterakan Masyarakat Zulpakar akan kelola dengan baik dan transparan Anggaran DD/ADD dan Sumber pendapatan Keuangan dalam hal pembagunan kegiatan fisik secara merata dan adil dan tidak ada pilih kasih, karena masyarakat Bagan Jawa harus bisa menikmati pembagian pembangunan fisik tersebut tanpa ada yang di anak tirikan.

Selain itu Zulpakar juga berkomitmen untuk mencari sumber dana lain dalam rangka untuk menambah pemasukan kas kepenghuluan dengan “Jemput bola” ke pemerintahan Provinsi dan ke Pemerintahan Pusat, serta pihak lain yang sifatnya diperbolehkan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan, dengan tidak melanggar dan mendombrak aturan yang berlaku.

” Saya menyatakan apabila komitmen saya ini di kemudian hari melanggar pernyataan yang telah dibuat maka saya bersedia menerima sanksi moral dan sanksi administratif serta sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Pungkas Zulpakar.( ***).

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer