Kamis, Juni 25, 2026
BerandaHeadlineJenguk Mahasiswa Korban Demo, Kapolda Riau Tegaskan Siap Bertanggung Jawab

Jenguk Mahasiswa Korban Demo, Kapolda Riau Tegaskan Siap Bertanggung Jawab

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menunjukkan kepeduliannya dengan menjenguk mahasiswa Muhammad Lutfi yang mengalami luka saat aksi unjuk rasa di Pekanbaru dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros, Kamis (25/06/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan Lutfi terus membaik sekaligus memastikan mahasiswa tersebut mendapatkan penanganan medis terbaik.

Di hadapan keluarga korban, Kapolda juga memberikan dukungan moril serta menegaskan komitmen Polda Riau untuk mengusut tuntas insiden yang terjadi.

“Hari ini saya datang langsung ke Rumah Sakit Awal Bros untuk menengok saudara kita, adik kita, anak kita Muhammad Lutfi. Saya ingin memastikan kondisi kesehatannya terus membaik, mendapatkan pelayanan medis yang maksimal, sekaligus memberikan dukungan moril kepada Lutfi dan kedua orang tuanya,” kata Irjen Herry Heryawan.

Kapolda mengaku telah berbincang langsung dengan kedua orang tua Lutfi. Dari hasil komunikasi tersebut, kondisi mahasiswa itu disebut terus menunjukkan perkembangan positif dan diperkirakan dalam beberapa hari ke depan sudah dapat melanjutkan masa pemulihan di rumah.

“Tadi saya berbicara cukup lama dengan kedua orang tuanya. Alhamdulillah kondisi Lutfi semakin membaik dan kami akan terus bertanggung jawab terhadap penanganannya,” katanya.

Menanggapi insiden yang terjadi saat aksi penyampaian pendapat di muka umum, Irjen Herry menyampaikan keprihatinan mendalam.

Ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati dan dilindungi selama dilakukan sesuai aturan dan tidak disertai tindakan anarkis.

“Penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi dan undang-undang. Karena itu, setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Untuk memastikan peristiwa tersebut terungkap secara transparan, Kapolda telah memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Menurutnya, Propam akan menelusuri seluruh rangkaian pengamanan aksi, mulai dari apel kesiapan personel hingga berakhirnya kegiatan, guna memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) telah dijalankan sesuai ketentuan.

“Saya sudah memerintahkan Propam dan Reskrim untuk menyelidiki seluruh proses pengamanan. Kami ingin memastikan apakah SOP sudah dijalankan dengan benar atau tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herry menegaskan penyidik juga diminta mengungkap siapa pihak yang menyebabkan Muhammad Lutfi mengalami luka. Ia memastikan proses hukum akan berjalan objektif tanpa pandang bulu.

“Reskrim saya perintahkan mengusut tuntas kasus ini. Apakah pelakunya anggota saya sendiri, pihak lain, atau ada penyusup, semuanya harus terang. Kalau salah ya salah, titik. Dan jika anggota saya terbukti bersalah, saya bertanggung jawab,” kata Kapolda.

Di akhir keterangannya, Kapolda menekankan bahwa mahasiswa merupakan aset strategis bangsa sekaligus mitra penting kepolisian dalam menjaga demokrasi.

Oleh karena itu, setiap aksi penyampaian pendapat harus mendapat pengamanan yang profesional sehingga hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap terlindungi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.

“Mahasiswa adalah aset strategis bangsa dan mitra penting kepolisian. Aspirasi harus dijaga, keamanan juga harus dijamin. Itulah komitmen kami,” pungkasnya.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer