Pekanbaru (Nadariau.com) – Sebanyak 992 orang lulusan S1 dan D3 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengikuti prosesi wisuda ke XXIII di SKA Co-ex, Sabtu (5/11). Kegiatan wisuda tahun ini diselenggarakan dengan nuansa Islami.
Kegiatan wisuda turut dihadiri oleh perwakilan LL Wilayah X Petri Aida, perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suwandi Hamid, Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XII Khairunas.
Kemudian, Ketua dan anggota PW Muhammadiyah, Ketua dan Pembina BPH UMRI serta segenap civitas dilingkungan UMRI.
Rektor UMRI Dr Saidul Amin MA mengatakan 992 wisudawan, ada sebanyak 391 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude.
“Selain itu, wisuda kali ini merupakan wisuda terbanyak sejak UMRI berdiri sejak tahun 2008 lalu dengan jumlah 992 lulusan dari 22 program studi,” kata Saidul Amin, dalam pidatonya.
Sedangkan pemuncak pada prosesi wisuda ke-XXIII kali ini diraih oleh mahasiswa Teknik Informatika atas nama Athina Ibanez Oktaviolla dengan IPK 3,94 dari skala 4. Athina sendiri diketahui merupakan alumni SMAN Plus Provinsi Riau.
“Saya bersyukur pelaksanaan wisuda sarjana dan diploma berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Saya juga ucapkan tahniah kepada wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan sehingga kini telah menjadi sarjana,” kata Saidul Amin.
Rektor juga mengatakan keberhasilan para sarjana kali ini tidak terjadi begitu saja karena banyak tangan-tangan halus tak nampak namun mengantarkan mereka ke pintu gerbang keberhasilan.
Ada ibu yang setiap hari berdoa dalam sujudnya, ayah yang tidak putus berusaha bahkan bekerja dengan jiwa dan raga tanpa mengenal lelah dan resah.
“Tanpa mereka anda tidak ada apa-apa dan bukan siapa-siapa. Peluklah ayahmu, ciumlah ibu sebagai ungkapan kasih tak bertepi,” pesan Rektor.
Selanjutnya, ada dua hal yang berbeda dalam kegiatan wisuda kali ini. Dirinya berpesan, agar para wisudawan dan wisudawati bisa mengembangkan sayap kelimuan dan kemuhammadiyahan.
Pertama, pihaknya mendesain agar pelaksanaan wisuda agar lebih efisien. Meski jumlah peserta banyak, namun waktunya tetap sama. Kedua, nuansa keislaman dan kemelayuan lebih kita tonjolkan. Dimana pada awal pelaksanaan wisuda, kita putarkan lagu Lancang Kuning.
Para alumni UMRI diminta agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dan bisa menjadi problem solver bukan traublemaker. Selain itu, mereka juga diharapkan bisa menjadi duta-duta Muhammadiyah di tengah masyarakat.
“Saya inginkan para sarjana dan alumni Umri untuk menjaga nama baik Muhammadiyah di tengan masyarakat,” ujar Saidul Amin.
Sementara Prof Edy Suandi Hamid dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa wisudawan akan menerima sertifikat setelah lulus.
Akan tetapi yang terpenting bukanlah sertifikat saja. Karena itu hanya simbol. Justru yang terpenting adalah ilmu yang dimiliki pada wisudawan. Namun yang dapat nilai IPK pas-pasan jangan kecewa. Karena berdasarkan penelitian, karir seseorang ditentukan dari soft skill.
“Sukses seseorang yang dikaitkan dengan kebutuhan pencarian kerja adalah kemampuan berkomunikasi, disiplin, kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi,” kata Prof Edy Suandi. (alin)


