Oknum Polwan Pelaku Penyekapan Dan Penganiayaan Ditetapkan Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto (tengah) didampingi Dirreskrimum, Kombes Pol Asep (kanan) serta Kabid Propam (kiri) memberikan keterangan perss kepada awak media

Pekanbaru (Nadariau.com) – Setelah melewati proses penyidikan dan gelar perkara, Tim Penyidik Ditreskrimum Polda Riau, akhirnya menetapkan oknum polisi wanita berinisial Brigadir IR anggota Polda Riau yang bertugas di BNNP Riau, beserta ibunya berinisial YU sebagai tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Riri Aprilia Kartin (27) yang terjadi, pada Rabu (21/09/2022) malam kemaren, sekitar pukul 20.00 WIB, di rumah kontrakan korban yang berada di daerah Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, Brigadir IR dan ibunya berinisial YU telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melewati proses penyidikan dan gelar perkara.

“Penyidik telah melakukan serangkaian penyidikan, diawali pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk korban dan IR. Gelar perkara telah dilakukan hari ini, IR dan ibunya kini statusnya kita naikan sebagai tersangka,” kata Sunarto, Minggu (25/09/2022) malam.

Selain terjerat pidana, lanjut Sunarto, Brigadir IR juga dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran kode etik Kepolisian. Hal tersebut terbukti setelah ia menjalani proses pemeriksaan dan dijemput langsung oleh tim Propam Polda Riau. Selain IR, sejumlah saksi lain, termasuk korban turut dimintai keterangan.

“Tersangka IR telah ditempatkan di tempat khusus oleh Propam Polda Riau terkait pelanggaran kode etik Polri yang telah dilakukannya,” kata Sunarto.

Namun, tambah Sunarto, tersangka YU yang merupakan ibu Brigadir IR tak dilakukan penahanan lantaran adanya sejumlah pertimbangan dari penyidik.

“Pertama tersangka YU tidak ditahan karena dinilai kooperatif selama menjalani proses penyidikan, kemudian diyakini tidak akan mengulangi perbuatannya, selanjutnya tidak akan merusak barang bukti, serta alasan kemanusiaan dimana ia harus merawat cucunya, yaitu anak dari tersangka IR,” kata Sunarto.

Sunarto menambahkan, bahwa kasus ini mendapat perhatian khusus dari Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal yang menyatakan tidak akan segan-segan untuk menindak secara tegas anggotanya sesuai aturan yang berlaku.

“Saat ini penyidik tengah melengkapi berkas perkaranya. Polda Riau berkomitmen untuk melindungi masyarakat, dengan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan,” kata Sunarto.

Berita sebelumnya, Brigadir IR anggota Polda Riau yang bertugas di BNN Provinsi Riau, dilaporkan ke Polda Riau lantaran diduga telah melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Riri Aprilia Kartin (27) di rumah kontrakan korban yang berada di daerah Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, lantaran tak menyetujui hubungan asmara adik pelaku yang telah terjalin selama tiga tahun.

Penganiayaan tersebut bermula saat IR dan ibunya tiba-tiba mendatangi kontrakan Riri sambil mengeluarkan kata-kata tak menyenangkan, Rabu (21/09/2022) malam kemaren, sekitar pukul 20.00 WIB. Keduanya lalu menyekap dan memukuli Riri di kamar dengan membabi buta.

Tak sampai di sana, korban kemudian dibawa ke kantor BNNP Riau oleh rekan IR dan kembali dipukuli di dalam mobil. Walaupun sempat dihentikan oleh rekannya, IR masih terus menghujani Riri dengan pukulan. Atas penganiayaan tersebut, Riri mengalami memar di beberapa titik di tubuhnya serta bengkak di kepalanya.(sony)

 67 total views