LBP2AR Siap Beri Pendampingan Hukum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual di Kampus

Pekanbaru (Nadariau.com) – Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau ( LBP2AR) merasa kecewa dan sedih menanggapi prihal kembali terjadinya kasus pelecehan seksual dilingkungan Kampus Universitas Riau (UNRI) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ketua LBP2AR, Rosmaini kepada wartawan mengatakan, sangat disayangkan terjadinya di lingkungan Kampus yang mana tempat tersebut sebagai tempat untuk menuntut ilmu yang semestinya aman dari kekerasan maupun pelecehan seksual. Namun, ternyata juga tidak luput dari target Predator Pelecehan Seksual.

“Kami menghimbau agar Perkara ini menjadi perhatian kita bersama,
Kasus Kekerasan seksual di Lingkungan Kampus adalah hal yang nyata dan lebih mengerikan karena dalam faktanya kebanyakan kasus ini tidak terlapor.
Perbuatan kekerasan Seksual tidak bisa lagi ditutup-tutupi sebab faktanya dimana pun bisa terjadi. Jadi ini sangat penting untuk disuarakan supaya kita lebih peduli.
Untuk para Korban kedepannya harus lebih berani Speak Up, jangan takut untuk melapor,” kata Ketua LBP2AR, Rosmaini saat dikonfirmasi wartawan, Senin (26/09/2022).

Rosmaini juga meminta kepada pihak Kampus agar memberikan sanksi tegas kepada Pelaku, sehingga memberikan efek jera bagi yang lain, dan berharap kasus ini kedepannya juga harus dibawa ke ranah hukum agar kedepannya tidak ada lagi yang berani melakukan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“Kepada korban kami menyampaikan
apabila korban mengalami trauma atau minta pendampingan hukum, LBP2AR bersedia mendampingi korban secara hukum ataupun pendampingan Psikolog untuk memulihkan rasa percaya diri korban dan ini semua gratis tidak dipungut biaya apapun,” kata Rosmaini.

Seperti diketahui, kasus dugaan kekerasan tersebut mencuat setelah diposting oleh akun Instagram @bemfisipunri. Postingan itu terkait pernyataan sikap adanya kasus kekerasan seksual yang kembali terjadi di kampus tersebut.

“Sehubungan dengan laporan mengenai dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh GA, selaku Gubernur Mahasiswa BEM Fisip Unri periode 2022/2023 terpilih. Laporan tersebut telah masuk oleh korban yang melapor kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Riau,” tulis postingan tersebut, seperti dilansir detik.com

Dalam postingan tersebut tertuang poin-poin terkait insiden yang terjadi. Pertama soal BEM Fisip yang berpihak kepada korban yang trauma hingga memastikan kasus dapat pendampingan hingga tuntas.

Wakil Ketua BEM Fisip, Rifki Mulya Nauli Siregar mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan kepada Satgas PPKS Unri. Rifqi yang menerima laporan langsung mendampingi korban.

“Saat ini surat laporan sudah resmi naik ke Satgas PPKS Unri atas nama saya. Saat ini kami serahkan kepada Satgas, ini tentunya mencoreng moralitas,” kata Rifki.

Rifki menyebut korban mengaku awalnya lewat pesan singkat WhatsApp. Setelah laporan diterima langsung ditindaklanjuti lebih dalam dan diputuskan dilaporkan ke Satgas PPKS Unri.

“Untuk korban mohon maaf tidak bisa kita sampaikan detailnya. Intinya dia mengadu ke saya, dia menghubungi langsung lewat WhatsApp. Termasuk kejadian nanti biar Satgas PPKS saja,” katanya.

Setelah didalami, Rifki memastikan korban tidak hanya satu mahasiswi. Ada korban lain yang juga melapor menjadi korban dari kekerasan seksual yang dilakukan GA.

“Korban yang jelas lebih dari satu orang. Kalau dari korban itu tidak ada ke arah situ (lapor polisi), karena sanksi administratif nanti (tujuannya),” katanya.(sony)

 65 total views