Luar biasa PPDB Kemaren, Rekom Kabid dan Sekretaris Lebih Sakti Dari Kadis

Ketua Jipikor Riau, Tri Yusteng Putra

Pekanbaru (Nadariau.com) – Luar biasa kata yang pantas di sematkan untuk Kabid SMK dan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, pasalnya, memo rekomendasi mereka begitu sakti dalam mengakomodir siswa untuk masuk sekolah dalam PPDB tahun 2022 ini.

Ketua Jipikor Riau, Tri Yusteng Putra saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/09/2022) mengatakan, berdasarkan infestigasi tipikor di temukan ada beberapa pihak yang awalnya di rekomendasi oleh plt Kadisdik namun dilapangan dianulir oleh pihak sekolah. Ternyata, rekomendasi Kabid SMK dan sekretaris ini lah yang pantas di sematkan the real of kadisdik

Hal ini, menurut Yusteng berdasarkan pantauan timnya di salah satu sekolah rekomendasi Kabid SMK dan sekretaris Disdik masih ada di salah satu sekolah tinggal selangkah lagi untuk masuk ke sekolah tersebut.

Tentunya ini, lanjut Yusteng, menunjukan lemahnya pengawasan dari pimpinan Disdik Riau itu sendiri sehingga patut di duga sekretaris dan Kabid SMK ini bermain dalam mengkondisikan siswa siswa masuk dalam PPDB kemaren jika yang di akomodir siswa tidak mampu tentu itu merupakan kebijakan cerdas dari dinas karna siswa yang tidak mampu ini berpotensi tidak bisa melanjutkan ke sekolah swasta lantaran faktor ekonomi, namun bagaimana jika itu di salah gunakan misalnya jual beli bangku itu terjadi karena jika di lihat dari kondisinya ini di duga terjadi jual beli kursi sekolah dkarnakan adanya rekom pimpinan Disdik Riau di anulir oleh bawahannya namun faktanya di lapangan rekomendasi bahasannya justru di akomodir sekolah karna bisa saja yang rekomendasi pimpinan Disdik tersebut berasal dari siswa ekonomi lemah sehingga bawahan menganulir rekomendasi pimpinannya

“Tentunya ini harus menjadi atensi plt Kadisdik karna kekacauan PPDB ini di duga di sebabkan adanya permainan bawahannya sendiri apalagi adanya pembangkangan dari bawahan terhadap kebijakan yang di ambil oleh pimpinan Disdik sudah sepatutnya Kabid SMK dan sekretaris di evaluasi kedepannya karna jika ini tidak di perhatikan tentunya dapat merusak dunia pendidikan sebagai contoh PPDB udah amburadul dan kami akan desak gubri untuk evalusi kedua pejabat tersebut dalam bentuk aksi bila perlu ganti plt Kadisdik karna tidak tegas dengan bawahan,” kata Yusteng.

Sementara, Kabid SMK Disdik Riau, Rusli Rasul, saat dikonfiasi wartawan membantah isu tersebut, ia mengatakan semua rekomendasi yang ia kelurkan sesuai dengan permintaan sekolah dan tidak ada paksaan apalagi jual beli bangku.

“Isu tentang jual beli bangku itu tidak benar, semua yang kita rekomendasikan sesuai dengan kebutuhan sekolah,” katanya.(Olo)

 21 total views