Dinsos Riau Bantah Gelapkan Dana Insentif Relawan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau, Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Limjamsos), diduga telah menggelapkan dana insentif para anggota relawan tahun anggaran 2021, diantaranya insentif anggota pelopor dan insentif penjagaan perbekalan di 12 kabupaten dan kota.

Selain itu pihak Limjamsos Dinsos Riau, juga diduga tidak merealisasikan anggaran pergerakan tagana di 12 kabupaten dan kota se Provinsi Riau, padahal dana pergerakan tagana tersebut menurut nara sumber yang tidak mau namanya disebutkan sudah dicairkan pada anggaran tahun 2021 kemarin.

“Semua anggaran tersebut diduga digelapkan melalui SPJ Fiktif,” kata nara sumber yang mengaku seorang mahasiswa di salah satu Perguruan tinggi di Riau ini, Senin (20/6/2022).

Namun, hal tersebut dibantah keras oleh pihak Dinas sosial Provinsi Riau, Kabid Limjamsos, Jhonny Reviyanto mengatakan bahwa pihaknya tidak ada melakukan penggelapan insentif dan membantah semua tuduhan tersebut, pihaknya menuding bahwa tuduhan itu terjadi lantaran mahasiswa tersebut sakit hati karena pihaknya tidak memenuhi semua keinginan mahasiswa tersebut.

“Sebelumnya ada seorang mahasiswa menghubungi saya, melaporkan tuduhan tersebut, namun, ujung-ujungnya mahasiswa tersebut mengajukan proposal bantuan, karena tidak ada anggaran kita hanya sanggup membantu separohnya saja, mungkin lantaran hal itu dia sakit hati dan menuduh kita melakukan penggelapan tersebut,” kata Jhony.

Jhony menjelaskan bahwa, terkait dana insentif anggota pelopor tahun anggaran 2021 memang ada yang tidak menerima, karena sebelumnya pihaknya telah mengusulkan ke kemensos insentif untuk 50 orang anggota pelopor namun, hanya insentif untuk 17 orang saja yang disetujui oleh pihak kemensos.

“Kemudian untuk insentif anggota penjagaan perbekalan di 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau, pada anggaran 2021 lalu, seluruhnya sudah dikirim langsung ke nomor rekening si – penerima, tidak ada dana yang singgah ke kita, dari anggaran langsung ke rekening si penerima,” katanya.

Begitu juga dana anggaran pergerakan tagana tahun 2021 lalu, lanjutnya, seluruhnya juga telah direalisasikan ke 12 kabupaten kota.

“Anggaran pergerakan tagana tahun 2021 lalu, juga langsung dikirim ke rekening penerima oleh pihak kemensos setelah dicairkan, tidak ada singgah dana tersebut ke tangan kita, semuanya dikirim melalui rekening, gimana kita bisa menggelapkannya,” bantahnya. (son)

 29 total views