Direktorat KAT Berdayakan Suku Anak Dalam

Komunitas Adat Terpencil atau KAT saat ini tersebar di 58 lokasi yang ada di 19 provinsi, dan 32 kabupaten.

Pada tanggal 16 Maret 2022 (bertepatan dengan 13 Syaban 1443 H) ibu Menteri Sosial melakukan kunjungan kerja ke Suku Anak Dalam di dusun Sungai Terab, desa Jelutih, kecamatan Batin XXIV, kabupaten Batanghari, provinsi Jambi.

Menteri Sosial Dr Tri Rismaharini didampingi Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial (Dirjen Dayasos) Prof Edi Suharto sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Suku Anak Dalam senilai sekitar Rp 576 juta rupiah.

Ibu Risma (paling kanan) didampingi Dirjen Dayasos -Prof Edi Suharto (tengah)- di lokasi Suku Anak Dalam

Bantuan yang diserahkan berupa community center dari program CSR SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd, sarana air bersih dan MCK komunal di 2 lokasi, wahana bermain anak, solar cell, sound system, perpustakaan dan perlengkapan lainnya.

Selain itu Mensos menyerahkan bantuan dari Hibah Dalam Negeri berupa TV 40 inchi serta paket penambah nutrisi anak, sembako keluarga, perlengkapan keluarga dan bibit pertanian bagi 132 KK SAD. Bantuan lintas sektor lainnya berupa buku-buku perpustakaan dari program CSR PT Gramedia Asri Media Jambi sebanyak 200 buku edukasi, dan layanan kesehatan gratis dari Puskesmas Batin XXIV.

Turut mendampingi ibu Menteri dan bapak Dirjen Dayasos, adalah Direktur PKAT Muhammad Safii Nasution, AKS MP. Pak Saf -demikian biasa Muh Safii Nasution dipanggil- menyampaikan bahwa telah dibangun 4 (empat) community center atau balai sosial percontohan di Indonesia -tepatnya di komunitas adat terpencil.

Keempatnya adalah pertama Suku Dayak tepatnya adalah Balai Sosial di dusun Aniangau -Bumbung, kab Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kemudian kedua Suku Bajo -yaitu di desa Benteng Lasalimu, kab Buton, Sulawesi Tenggara. Selanjutnya ketiga Suku Asmat di desa Ero Saman, Berkoumur, kab. Asmat, Papua. Terakhir keempat adalah Suku Anak Dalam yang kali ini dikunjungi ibu Mensos.

Menteri Sosial -ibu Risma- sedang memberikan sambutan di Balai Sosial Suku Anak Dalam (16/ 03/ 22)Menteri Sosial, Dr Tri Rismaharini, memberikan sambutan di tempat Balai Sosial (community center) Suku Anak Dalam

Turut hadir juga dalam kunjungan ini adalah Wakil Gubernur Jambi, Ketua DPRD provinsi Jambi, Bupati Batanghari, Sekretaris Daerah Batanghari, Kepala Dinas Sosial Batanghari, Staf Khusus Menteri Sosial bidang Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri, Field Manager Petro China International Jabung Ltd, Manajer Senior Humas SKK Migas Perwakilan Sumatera bagian Selatan, Kepala Biro Umum Kemensos, dan para Temenggung SAD, beserta perwakilan LSM KKI Warsi.

Direktur KAT -Muhammad Safii Nasution- yang baru saja merayakan ultahnya ke-55 di hari Senin kemarin, menyampaikan bahwa pemberdayaan KAT ini merupakan bukti bahwa Negara hadir.

Negara harus hadir untuk semua warga negara, tidak terkecuali untuk masyarakat yang tinggal di wilayah atau kawasan terpencil, terluar dan tertinggal (3T) sebagai bagian dari NKRI. Negara melalui Kementerian Sosial telah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Selama ini di lokasi KAT terdapat beberapa keterbatasan seperti kesediaan tempat belajar, jaringan listrik dan lainnya. Kemensos membangun Balai Sosial atau community center di lokasi KAT. Balai Sosial akan dipakai untuk tempat anak-anak bermain, dan belajar di perpustakaan. Bisa sebagai tempat beribadah dan aktifitas sosial masyarakat (arisan, musyawarah, hajatan, juga persemayaman warga yang meninggal). Selain itu bagi masyarakat sekitar, balai dapat dipergunakan sebagai sarana bermusyawarah, penghijauan, dan penyediaan air bersih -serta MCK.

Safii menuturkan bahwa kemungkinan pekan depan peninjauan Balai Sosial atau community center akan berlanjut ke Asmat, Papua. Bu Risma selaku Mensos pernah mengunjungi Asmat untuk meninjau peternakan ayam petelur hasil kerja sama Kemensos dengan Keuskupan Agats. Kegiatan itu dalam rangka menjalankan program pengembangan embrio usaha dan peningkatan gizi bagi warga KAT di kabupaten Asmat, Papua, sejak tahun lalu.

Pak Saf melanjutkan bahwa saat ini sedang digagas pemberdayaan Suku Laut di pulau Batam, Kepulauan Riau. Di Batam tepatnya di pulau Bertam, pulau Gare, dan pulau Lingke. Sesuai arahan ibu Menteri Sosial bahwa pemberdayaan Suku Laut tidak hanya melibatkan Direktorat Pemberdayaan KAT di Ditjen Dayasos, namun juga Direktorat Jenderal Pemberdayaan Fakir Miskin. (YAA)

Foto Diri dari Direktur Pemberdayaan KAT, Muh Safii Nasution, AKS, MP